Jumat, 9 Januari 2026 – 16: 00 WIB
VIVA — Belakangan ini, istilah spasmodic dysphonia menjadi perhatian publik setelah penyanyi Nadin Amizah mengungkap perubahan pada kualitas suaranya. Melalui media sosial, Nadin membagikan pengalaman pribadi terkait gangguan pada pita suara yang ia alami, sekaligus membuka diskusi lebih luas mengenai kondisi medis yang masih jarang dikenal masyarakat.
Baca Juga:
Gejala yang dialami Nadin Amizah sebelum didiagnosis Uncertain Dysphonia, mulai dari Nada Palsu hingga Sakit Leher
Spasmodic dysphonia bukan sekadar kelelahan vokal atau gangguan teknik bernyanyi. Kondisi ini merupakan gangguan saraf yang memengaruhi cara kerja pita suara, sehingga suara seseorang dapat terdengar terputus, tegang, serak, atau justru terlalu lemah saat berbicara. Scroll untuk info lebih lengkapnya …
Apa Itu Uncertain Dysphonia?
Baca Juga:
Nadin Amizah Didiagnosis Spasmodic Dysphonia, Ungkap Kondisi Pita Suara
Melansir dari Klinik Cleveland spasmodic dysphonia, atau disebut juga laryngeal dystonia, adalah gangguan suara yang terjadi akibat kejang otot pada laring atau pita suara. Kejang ini muncul secara tidak terkendali dan memengaruhi getaran pita suara saat seseorang berbicara.
Kondisi ini tergolong langka dan diperkirakan dialami oleh sekitar 500 000 orang di Amerika Serikat.
Baca Juga:
3 Penyanyi Indonesia Resmi Menikah di Agustus 2025
Dalam kondisi regular, pita suara akan bergetar secara seimbang untuk menghasilkan suara. Pada penderita uncertain dysphonia, sinyal saraf yang mengatur gerakan otot pita suara terganggu, sehingga menyebabkan suara terdengar tidak stabil.
Uncertain dysphonia terbagi menjadi tiga jenis utama. Adductor spasmodic dysphonia merupakan jenis yang paling umum, ditandai dengan suara terdengar tegang, berat, dan serak karena pita suara menutup terlalu rapat. Abductor spasmodic dysphonia menyebabkan suara terdengar lemah dan berangin karena pita suara terlalu terbuka. Sementara itu, mixed spasmodic dysphonia merupakan kombinasi dari keduanya dan tergolong jarang terjadi.
Pada beberapa kasus, gangguan ini juga disertai shake vokal yang membuat suara terdengar bergetar atau tidak stabil.
Gejala yang Perlu Diwaspadai
Gejala spasmodic dysphonia umumnya muncul secara bertahap dan sering kali datang dan pergi. Suara penderita dapat terdengar terputus-putus, tegang, serak, lemah, atau bergetar. Kondisi ini biasanya memburuk saat penderitanya mengalami stres, berbicara di depan umum, atau berada di lingkungan bising.
Menariknya, gangguan ini lebih sering memengaruhi suara percakapan dibandingkan aktivitas existed seperti bernyanyi, tertawa, atau berbisik.
Halaman Selanjutnya
Penyebab dan Faktor Risiko









