Ini adalah adegan yang mirip dengan film horor: sesosok tubuh tak bernyawa tiba-tiba duduk atau sebuah lengan perlahan-lahan berpindah ke meja pembalseman. Meskipun momen-momen ini sering kali menjadi kejutan dalam film, para ahli forensik dan profesional medis memastikan bahwa pergerakan setelah kematian adalah nyata dan dapat dijelaskan secara ilmiah.

Gerakan-gerakan ini bukanlah tanda-tanda supranatural. Sebaliknya, hal ini disebabkan oleh perubahan biologis dan kimia yang kompleks saat tubuh mulai terurai.

Refleks Lazarus: Saat tubuh ‘bangun’

Tambahkan Zee Information sebagai Sumber Pilihan

Salah satu fenomena yang paling mengejutkan adalah tanda Lazarus. Hal ini terjadi terutama pada pasien mati otak ketika alat bantu hidup dimatikan. Tubuh mungkin secara spontan mengangkat lengannya, menekuknya di siku, dan menyilangkannya di dada.

Penyebabnya : Ini bukan tanda kembalinya kehidupan; itu adalah refleks tulang belakang.

Mekanismenya : Dikendalikan oleh sumsum tulang belakang leher dan bukan otak, gerakan ini dapat terjadi karena kekurangan oksigen selama pengujian apnea atau pendinginan tubuh.

&# 13;
&# 13;

Mengapa benda bergerak? Kerusakan biologis

Gerakan post-mortem umumnya masuk dalam tiga kategori ilmiah:

1 Sisa Aktivitas Saraf (Beberapa menit setelah kematian) &# 13;
&# 13;

Tepat setelah jantung berhenti, beberapa sel saraf tetap aktif. Impuls listrik dan reaksi kimia yang tersisa dapat menyebabkan otot berkedut atau tersentak. Ini fading sering terjadi pada jari dan otot wajah.

2 Rigor Mortis (Beberapa jam setelah kematian) &# 13;
&# 13;

Sekitar 2 hingga 6 jam setelah kematian, tubuh memasuki masa roughness mortis.

Sains : Otot membutuhkan ATP (adenosin trifosfat) untuk bersantai. Ketika tubuh berhenti memproduksi ATP, kalsium bocor ke sel otot, menyebabkan sel otot terkunci dalam keadaan berkontraksi.

Efeknya : Saat rigor mortis memudar setelah 24 hingga 72 jam, relaksasi otot-otot kaku ini dapat menyebabkan anggota tubuh bergeser atau menetap, sehingga memberikan ilusi gerakan yang disengaja.

3 Dekomposisi dan tekanan gas (Beberapa hari hingga beberapa bulan setelah kematian) &# 13;
&# 13;

Saat bakteri memulai proses pembusukan, mereka melepaskan gas yang menumpuk di dalam batang tubuh dan anggota tubuh. Tekanan inner ini dapat menyebabkan kembung atau sedikit pergerakan pada tubuh.

Studi selama 17 bulan: Lengan yang ‘berjalan’

Dalam sebuah studi inovatif pada tahun 2019, para peneliti di Australian Facility for Taphonomic Experimental Study (AFTER) menggunakan kamera time-lapse untuk melacak pembusukan tubuh selama 17 bulan.

Peneliti Alyson Wilson menyampaikan bahwa gerakan ini jauh lebih signifikan daripada yang diperkirakan sebelumnya. “Apa yang kami temukan adalah lengan-lengan tersebut bergerak secara signifikan,” kata Wilson kepada ABC Australia. “Lengan yang awalnya berada di samping tubuh berakhir di samping.”

Studi tersebut menemukan bahwa ketika ligamen tubuh mengering dan menyusut, ligamen tersebut bertindak seperti tali yang mengencangkan. Hal ini akan menarik anggota tubuh dan menyebabkannya berubah posisi lama setelah fase kedutan berakhir. Penemuan ini dapat berdampak besar pada ilmu forensik karena para penyelidik berasumsi bahwa posisi jenazah ketika ditemukan selalu sama dengan posisinya pada saat kematian.

BACA JUGA |Korban India dalam file Jeffrey Epstein: Dokumen DOJ baru mengungkapkan upaya dukungan dan hubungan miliarder


Tautan Sumber