Senin, 8 Desember 2025 – 17:56 WIB
Jakarta – Perusahaan layanan keuangan asal Amerika Serikat (AS) Robinhood Market Inc mengakuisisi perusahaan pialang Indonesia PT Buana Capital dan pedagang aset digital berlisensi di Indonesia PT Pedagang Aset Kripto.
Baca Juga:
Intip Tantangan Baru Para Inovator Perkuat Ekosistem Pelayanan Publik di Indonesia
Kepala Robinhood kawasan Asia Patrick Chan dalam Corporate Action Launch menegaksan, kedua akuisisi menandai masuknya Robinhood secara resmi ke pasar modal Indonesia. Yang juga mempercepat ekspansi mereka di kawasan Asia Tenggara dan pasar global lainnya.
“Kami menantikan untuk menghadirkan layanan inovatif yang sama kepada masyarakat Indonesia, yang telah memperoleh kepercayaan pelanggan Robinhood di seluruh dunia,” ujar Patrick dikutip dari keterangannya, Senin, 8 Desember 2025.
Baca Juga:
Bursa Asia Rontok Dipicu Lesunya Wall Street, Investor Wait and See Pengumuman The Fed
Dia mengatakan, Indonesia merupakan pasar yang tumbuh pesat untuk perdagangan. Hal itu menjadikannya tempat yang menarik untuk melanjutkan misi Robinhood dalam mendemokratisasi keuangan bagi semua orang.
Dalam proses akuisisi, Pieter Tanuri dari PT Buana Capital dan PT Pedagang Aset Kripto akan tetap terlibat sebagai penasihat strategis bagi Robinhood setelah transaksi selesai.
Baca Juga:
Rosan Buka Suara Soal Pencabutan Status Internasional Bandara IMIP, Ungkap Keinginan Investor
Presiden Direktur Buana Capital Benny Hardiman Setiabrata mengatakan proses akuisisi ini merupakan langkah besar yang akan memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia.
Melalui sinergi ini, katanya lagi, berpotensi menciptakan masyarakat yang semakin mudah mengakses investasi global dengan cara yang lebih terjangkau dan efisien, serta menciptakan peluang besar memajukan literasi dan inklusi keuangan di Indonesia.
“Dengan pengalaman Robinhood yang sudah terbukti dalam membawa lebih dari 26 juta pengguna di AS untuk terlibat dalam investasi ritel, kami yakin bahwa kolaborasi ini akan membawa inovasi dan kemudahan akses bagi lebih banyak investor Indonesia untuk terlibat dalam pasar modal dan kripto global,” ujar Benny.
Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Edi Broto menyebut masuknya Robinhood ke pasar Indonesia dapat berkontribusi terhadap peningkatan persaingan, mendorong layanan yang lebih baik dan biaya yang lebih efisien, diversifikasi produk yang lebih luas, serta transfer teknologi.
“Jika Robinhood memutuskan untuk masuk ke pasar Indonesia, kami mengharapkan kepatuhan penuh terhadap protokol lisensi lokal dan standar kelayakan. Kepatuhan ketat terhadap prinsip perlindungan investor, termasuk komunikasi yang transparan dan pemasaran yang bertanggung jawab,” ujar Edi.
Halaman Selanjutnya
Edi meyakinkan bahwa pengguna di Indonesia dapat mendapatkan dukungan yang andal dan perlindungan hukum yang jelas, sesuai dengan peraturan keamanan siber dan perlindungan data Indonesia.









