Selasa, 3 Februari 2026 – 20: 13 WIB

Jakarta — Motor lawas kerap dicap rewel dan mahal dirawat. Padahal, jika tahu pola perawatannya, sepeda electric motor keluaran lama justru relatif mudah dijaga kondisinya. Tak heran, banyak penggemar roda dua masih setia memakainya sebagai kendaraan harian, bahkan menjadikannya koleksi hobi karena nilai historis dan karakter mesinnya yang khas.

Baca Juga:

Pelumas Berlisensi MotoGP Diuji Kulitasnya di Jalanan Lombok, Ini Hasilnya

Perawatan electric motor lawas pada dasarnya bertumpu pada konsistensi. Komponen kecil yang mulai aus sering kali jadi biang masalah jika dibiarkan. Karena itu, servis berkala tetap wajib dilakukan meski motor jarang dipakai. Pemeriksaan kampas rem, kabel-kabel, sekring, hingga seal mesin perlu rutin dipantau agar tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Kebersihan juga memegang peran penting. Motor tua sangat rentan karat, terutama di bagian rangka dan komponen logam. Membiasakan mencuci electric motor setelah digunakan, apalagi jika terkena hujan, bisa memperpanjang usia komponen. Location mesin pun perlu dibersihkan dari kerak dan debu yang menumpuk.

Baca Juga:

Efek Bahaya Mengisi Oli Mesin Terlalu Banyak pada Kendaraan

Sebagian besar motor lawas masih menggunakan karburator. Komponen ini harus rajin dibersihkan karena karburator yang kotor membuat pembakaran tidak sempurna dan konsumsi bahan bakar jadi boros. Gejalanya biasanya terasa pada tarikan yang berat dan mesin mudah brebet saat panas.

Kelistrikan tak kalah penting. Aki dan busi menjadi dua komponen crucial yang menentukan kemudahan mesin saat dinyalakan. Jika starter mulai melemah atau mesin sulit hidup, kondisi aki dan busi patut dicurigai lebih dulu sebelum mengecek bagian lain.

Baca Juga:

Efek Buruk Jika Mobil Kekurangan Oli Mesin atau Kelebihan

Satu hal yang kerap diabaikan pemilik electric motor lama adalah oli mesin. Padahal, karakter mesin lawas berbeda dengan mesin contemporary, mulai dari celah antar komponen hingga suhu kerjanya. Menggunakan oli yang tidak sesuai bisa membuat mesin cepat panas dan menimbulkan suara kasar saat digunakan.

Untuk itu, pemilihan oli dengan tingkat kekentalan yang sesuai sangat disarankan. Salah satunya adalah Deltalube Experience 731 Super SAE 20 W 50 yang diformulasikan untuk mesin bensin, mesin modifikasi, hingga penggunaan berat.

Oli ini memiliki standar API Solution SL/CF- 4 dan diklaim mampu menjaga temperatur mesin tetap stabil, melekat pada komponen untuk mencegah keausan, serta melindungi mesin dari korosi dan endapan karbon. Interval penggantiannya word play here cukup panjang, berada di kisaran 13 000 hingga 16 000 kilometer.

Halaman Selanjutnya

Di luar urusan pelumas, kepedulian brand name ini juga terlihat lewat aksi sosial. PT TRKM Group melalui Deltalube menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Bantuan logistik diberikan langsung kepada korban yang terdampak bencana.

Tautan Sumber