Di tengah perayaan Lohri, polisi pedesaan Ludhiana memasang pelindung kawat besi yang dirancang khusus pada kendaraan roda dua untuk melindungi pengendara sepeda motor dari cedera yang tidak disengaja akibat terjerat tali layang-layang Tiongkok pada hari Selasa. Penggerakan dilakukan di chowk utama Mandi Mullapur di bawah pengawasan DSP (Dakha) Varinder Singh Khosa. Selain itu, seorang pria yang menjual tali terlarang telah ditangkap di Mandi Mullanpur. Sebanyak 10 gulungan tersebut disita, kata polisi.
Polisi juga telah mengadakan pertemuan dengan pemilik toko layang-layang yang beroperasi di wilayah kantor polisi Dakha, Jodhan dan Sudhar. Para pemilik toko diperingatkan agar tidak menjual tali layang-layang Tiongkok. Inspeksi mendadak dilakukan secara rutin untuk memastikan kepatuhan.
Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, tim polisi mengunjungi desa-desa dan kota-kota terdekat, mengorganisir pertemuan di hadapan sarpanches, panches dan anggota masyarakat lainnya. Anak-anak diberikan edukasi tentang bahaya tali layang-layang plastik, sedangkan para orang tua diimbau untuk tidak mengizinkan penggunaannya. Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada polisi jika ada penjualan tali layang-layang terlarang, dengan jaminan bahwa identitas pelapor akan dirahasiakan.
DSP Khosa mengatakan tali layang-layang Tiongkok tidak hanya mengancam nyawa manusia tetapi juga mematikan bagi burung.
Berkoordinasi dengan dewan nagar Mandi Mullapur, telah dikeluarkan arahan untuk melepas tali layang-layang yang tergantung di lokasi tinggi, termasuk jalan layang chowk utama, jalan layang jalan Raikot dan kawasan perkotaan lainnya.
Terjerat tali layang-layang, elang terluka berhasil diselamatkan
Relawan dari organisasi kesejahteraan hewan yang berbasis di kota– People for Pets (PFA)– menyelamatkan seekor elang yang menderita luka parah setelah terjerat tali layang-layang Tiongkok yang dilarang di Ludhiana pada hari Selasa.
Rakesh Jain, penasihat PFA (Guru Sewak Parivar), mengatakan pecinta binatang Deepak Jain dan Roshni Jain menemukan burung yang terluka di dekat Bharatiya Vidya Mandir. Mereka memberi tahu PFA setelah burung itu dibawa ke Universitas Kedokteran Hewan dan Ilmu Hewan Guru Angad Dev (GADVASU). Dokter hewan memberikan perawatan medis dan menjahit lukanya.
Setelah itu, elang tersebut diserahkan ke departemen satwa phony yang akan mengawasi burung tersebut dan memberikan perawatan hingga pulih sepenuhnya.










