Menyadari adanya video viral di mana seorang pekerja kereta api terlihat menuduh petugas pemeriksa tiket melakukan penagihan yang salah terhadap penumpang, Kepala Inspektur Tiket (CIT), Ludhiana, telah meminta atasan pekerja tersebut untuk memintanya memberikan bukti atas tuduhannya atau mengambil tindakan yang tepat terhadapnya karena mencemarkan nama baik Kereta Api.

Seorang petugas di stasiun mengatakan, kejadian itu terjadi pada Senin ketika seorang pekerja PWI bertengkar dengan petugas tiket. (Foto HT untuk representasi)

“Diketahui bahwa klip video dibuat dan diedarkan di media sosial oleh Ranjit Bahadur, seorang pandai besi yang bekerja di bawah pengawasan jalur Ludhiana (PWI), tanpa verifikasi sebelumnya atau komunikasi resmi dengan petugas pemeriksa tiket terkait. Tindakan ini telah menimbulkan kerugian reputasi yang serius baik bagi kader pemeriksa tiket maupun Perkeretaapian,” bunyi surat Kepala Inspektur Tiket kepada Insinyur Bagian Senior (PWI) Ludhiana.

Seorang pejabat di stasiun mengatakan kejadian itu terjadi pada hari Senin ketika seorang pekerja PWI bertengkar dengan petugas tiket dan merekam video tersebut, yang kemudian dia bagikan di media sosial dengan tuduhan korupsi.

“Pada tanggal 2 Februari, ketika petugas pemeriksa tiket sedang mengumpulkan denda dari penumpang yang melanggar peraturan perkeretaapian, pekerja PWI meminta mereka untuk tidak melakukan pemeriksaan atau mengenakan denda. Ketika permintaan yang melanggar hukum ini ditolak, sebuah klip video palsu dan menyesatkan dibuat dan diedarkan dengan tujuan yang jelas untuk mencemarkan nama baik petugas pemeriksa tiket dan mencoreng citra Kereta Api,” bunyi surat itu.

Tautan Sumber