Komite Keuangan dan Kontrak (F&CC) dari Perusahaan Kota Ludhiana, dalam pertemuan di kantor kamp Walikota dekat Rose Garden pada hari Kamis, menyetujui sekitar 50 proposition terkait dengan pembangunan dan administrasi sipil. Sebanyak 55 proposal diajukan dan sebagian besar resolusi disetujui. Diskusi terperinci diadakan mengenai proyek infrastruktur dan sanitasi besar.

Pejabat perusahaan kota menyatakan bahwa Ludhiana memiliki sekitar 95 kelurahan dengan perkiraan populasi hampir 20 lakh, menghasilkan limbah padat dalam jumlah besar setiap hari. (Foto HT untuk representasi)

Salah satu isu utama yang diangkat dalam pertemuan tersebut adalah proyek pengelolaan limbah padat terpadu, yang diusulkan untuk dilaksanakan melalui kemitraan publik-swasta. Khususnya, pejabat sipil telah mengajukan tender untuk proyek yang mencakup pengumpulan, pengangkutan, pengolahan dan pembuangan limbah kota. Kemudian, para pejabat mengajukan masalah tersebut ke F&CC untuk mendapatkan persetujuan resmi.

Sumber mengatakan pihak berwenang ingin memastikan bahwa proyek tersebut berjalan lancar. Persetujuan lebih lanjut akan diminta dalam pertemuan Majelis Umum mendatang. Badan sipil berupaya memperkuat pengaturan pengelolaan sampah di kota sesuai dengan Peraturan Pengelolaan Sampah Padat, 2016, dan pedoman yang dikeluarkan oleh National Green Tribunal (NGT) dari waktu ke waktu.

Pejabat perusahaan kota menyatakan bahwa Ludhiana memiliki sekitar 95 kelurahan dengan perkiraan populasi hampir 20 lakh, menghasilkan limbah padat dalam jumlah besar setiap hari. Saat ini, MC mempunyai perjanjian dengan lembaga swasta untuk mengangkat sampah dari 32 titik pengumpulan sekunder dan mengolah sampah segar. Sebelumnya, korporasi telah menyiapkan perkiraan sebesar $ 169 crore untuk pengumpulan sampah dari pintu ke pintu, yang disetujui oleh Chief Engineers’ Committee. Namun, belum ada lembaga yang menyelesaikan proyek tersebut pada saat itu.

Untuk memperkuat sistem tersebut, badan sipil kini telah menyiapkan proposition baru yang mencakup pengumpulan, pemilahan, dan pengolahan sampah kota secara ilmiah dari pintu ke pintu. Perkiraan awal menunjukkan bahwa proyek ini mungkin memerlukan pengeluaran tahunan sekitar $ 140 crore hingga $ 150 crore. Jika dilaksanakan selama delapan tahun (seperti yang disebutkan dalam proposition), total pengeluaran kemungkinan akan berkisar antara $ 1 100 crore dan $ 1 200 crore.

Para pejabat telah menetapkan tanggal 9 Februari sebagai tanggal terakhir penyerahan tender untuk proyek pengelolaan limbah tersebut, namun batas waktu tersebut kemungkinan akan diperpanjang karena sejauh ini tanggapan dari para peserta lelang belum memadai.

Wakil walikota senior Rakesh Parashar membenarkan bahwa sebagian besar proposal yang diajukan ke komite disetujui tetapi menghindari berbagi informasi rinci mengenai proyek tertentu.

Tautan Sumber