Penduduk Kitchlu Nagar telah mengeluhkan air minum yang terkontaminasi sejak pekerjaan pemasangan pipa baru untuk Proyek Pasokan Air Curah 27/7 dimulai hampir seminggu sebelumnya. Mereka menuduh bahwa selama pekerjaan penggalian untuk memasang pipa-pipa baru, pipa-pipa lama retak di beberapa titik, menyebabkan air minum terkontaminasi dengan air selokan.

Pekerjaan pemasangan pipa dilakukan di Kitchlu Nagar, Ludhiana, pada Selasa. (Foto HT)

“Sejak mereka mulai menggali, banyak warga di lingkungan tersebut yang mengeluhkan air yang terkontaminasi. Daerah ini tidak pernah mengalami masalah ini sebelumnya,” kata Sunny Bhalla, seorang warga setempat yang telah membicarakan masalah ini dengan perusahaan kota dan pemerintah kabupaten. Ia mencatat ironi bahwa warga mendapatkan air yang terkontaminasi akibat proyek yang bertujuan menyediakan air bersih.

Bhalla juga mengatakan bahwa akibat penggalian tersebut, jalan tersebut menyempit dan kawasan tersebut, yang sebelumnya hampir tidak ada gangguan lalu lintas, kini mengalami kemacetan lalu lintas.

Sementara area yang sudah digali akan segera ditutup namun tidak akan segera disusul dengan topping berwarna hitam karena cuaca, yang menurut Bhalla akan menyebabkan kerikil dan pedagang asongan berhamburan ke jalan, sehingga berbahaya bagi kendaraan roda dua di malam hari.

Proyek Pasokan Air Massal 27/7 didukung oleh Bank Dunia. Ini akan memiliki instalasi pengolahan air, 70 waduk di atas kepala dan 165 jaringan pipa panjang di seluruh kota untuk memasok air dari Kanal Sidhwan. Pipa sedang dipasang di seluruh kota untuk proyek ini.

Petugas Sub-Divisi (SDO) Jaideep Singh mengakui, ada masalah akibat pipa rusak dan ada kemungkinan tanah tercampur ke dalam air. Dia mengatakan, masalah tersebut telah teratasi pada Selasa malam.

Ia menambahkan, untuk topping hitam tidak bisa langsung dilakukan karena suhunya belum cukup tinggi, namun area yang sudah digali akan langsung ditutup setelah pipa dipasang dan akan ditutup dengan lapisan granular sub base (GSB) dan lapisan makadam campuran basah (WMM).

Tautan Sumber