New Delhi: Angkatan Laut India mengadakan Tinjauan dan Latihan Armada Internasional ‘Milan’ di Visakhapatnam untuk menunjukkan kekuatan di perairan yang sama tempat PNS Ghazi Pakistan tenggelam beberapa dekade lalu. Lokasi di mana kapal selam Pakistan dihancurkan selama perang tahun 1971, sekarang menjadi tempat kapal pendukung penyelaman (DSV) asli India ‘Nistar’. Kapal itu melambangkan pertumbuhan kekuatan dan kemandirian angkatan laut India.
Karena mengira akan terjadi serangan diam-diam, Pakistan telah mengerahkan kapal selam buatan Amerika PNS Ghazi untuk menargetkan kapal induk India INS Vikrant di dekat Visakhapatnam pada tahun 1972. Strategi angkatan laut India secara efektif melawan tindakan tersebut. INS Rajput melacak kapal selam itu di dekat pantai. Itu akhirnya hancur di kedalaman laut.
Pada saat itu, INS Nistar yang asli memainkan peran penting dalam operasi bawah air untuk menemukan lokasi bangkai kapal dan mengelola operasi penyelamatan. Saat ini, versi modern dan asli sepenuhnya berdiri di lokasi yang sama. Ini adalah penegasan simbolis atas dominasi angkatan laut.
Tambahkan Zee News sebagai Sumber Pilihan
Ditugaskan pada tanggal 18 Juli 2025, INS Nistar modern adalah DSV buatan dalam negeri pertama Angkatan Laut India yang telah mengatasi kesenjangan kemampuan yang sudah lama ada dan, bersama dengan kapal kembarnya ‘Nipun’, menjadikan India mandiri dalam operasi penyelamatan laut dalam.
‘Nistar’ dirancang untuk melakukan penyelamatan darurat dari kapal selam yang terdampar di kedalaman ekstrim dan membawa Kendaraan Penyelamat Perendaman Dalam. Dibangun hampir 80 persen oleh produksi dalam negeri oleh Hindustan Shipyard Limited, kapal ini berukuran panjang 120 meter, berbobot 10.000 ton, dan dapat melaju dengan kecepatan 18 mil laut per jam. Kapal ini dilengkapi dengan sistem penyelaman dan penyelamatan yang canggih.
Kehadiran ‘Nistar’ di Visakhapatnam, bersama dengan INS Vikrant modern, menyoroti kesiapan strategis India. Meskipun Tiongkok dan Pakistan tidak diundang ke IFR, tampilan di perairan tempat Ghazi tenggelam menyampaikan pesan yang jelas bahwa kapal yang pernah menjadi sasaran serangan Pakistan, kini mampu bertahan. Kemampuannya semakin memperkuat keamanan maritim India.
Bersama dengan Nipun, Angkatan Laut India kini memiliki kemampuan penyelamatan kapal selam yang langka, menjadikannya salah satu dari sedikit angkatan laut di dunia yang memiliki sistem canggih seperti itu. Acara IFR lebih dari sekadar pajangan; ini memperingati momen penting pada tahun 1971, merayakan kemenangan angkatan laut bersejarah India dan memamerkan kekuatan maritim modern negara tersebut.
Di tempat harga diri Pakistan pernah merosot, kini berdiri ‘Nistar’ India – yang melambangkan meningkatnya kepercayaan diri, kemampuan teknologi, dan kendali atas perairan strategis negara tersebut.










