Minggu, 11 Januari 2026 – 08:33 WIB

Kepala Dispendukcapil Eddy Christijanto. Foto: Ardini Pramitha/JPNN
jatim.jpnn.comSURABAYA – Pemandangan antrean panjang di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola Surabaya kini tak lagi seramai dulu.
Warga makin jarang datang langsung untuk mengurus administrasi kependudukan, seiring masifnya penggunaan layanan digital lewat aplikasi Klampid New Generation (KNG).
Apabila sebelumnya pemohon adminduk di Siola bisa tembus 3.000 orang per hari, kini jumlahnya menyusut drastis. Setiap harinya, pemohon yang datang langsung rata-rata hanya sekitar 400 orang.
“Dulu sehari bisa sampai 3.000 pemohon. Sekarang maksimal 400 karena sebenarnya hampir semua urusan adminduk sudah bisa online,” ujar Kepala Dispendukcapil Surabaya Eddy Christijanto, Sabtu (10/1).
Eddy menyebut meski MPP Siola menampung puluhan layanan dari berbagai instansi, urusan kependudukan tetap menjadi salah satu yang paling diburu warga.
Namun, kebiasaan masyarakat kini mulai berubah, dari datang langsung ke loket, beralih ke ponsel. Lewat aplikasi KNG, warga bisa mengurus banyak hal secara mandiri.
Mulai dari cetak KTP, perubahan biodata, akta kelahiran, akta kematian, hingga pindah domisili. Bahkan sebagian besar layanan juga bisa diselesaikan langsung di kantor kelurahan.
“Kalau bisa selesai di kelurahan atau lewat HP, kenapa harus ke Siola,” kata Eddy.
Masyarakat Surabaya mulai go digital, urus adminduk kini lewat KNG dan diklaim mudah.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google Berita










