Kamis, 22 Januari 2026 – 10: 16 WIB
Kabanjahe, VIVA — Peluang usaha sekecil apapun bisa membuahkan hasil bila dijalani dengan tekad dan kerja keras. Prinsip itulah yang dipegang teguh oleh Sari Handayani Daulay (39, seorang pelaku usaha wanita asal Kabanjahe, Kab. Tanah Karo, Provinsi Sumatera Utara.
Baca Juga:
BRI Jadi Financial Institution of The Year 2025 Versi The Banker, Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global
Perjalanan bisnis Sari dimulai pada 2015 Ia memulai usaha sederhana dengan membuat es buah dan menjualnya keliling kampung maupun menitipkannya di kedai-kedai kecil sekitar wilayah Karo. Dari usaha sederhana tersebut, Sari mulai melihat peluang lain yaitu jualan mainan anak yang saat itu belum tersedia di daerahnya.
“Awalnya hanya jualan es buah, tapi saya melihat banyak anak-anak di sini yang sulit mendapatkan mainan. Akhirnya saya mulai jualan mainan eceran untuk membantu ekonomi keluarga,” ungkap Sari.
Baca Juga:
LinkUMKM BRI Bikin Usaha Camilan Berbasis Resep Keluarga Ini Naik Kelas
Namun, peluang baru itu tidak datang tanpa tantangan. Salah satunya adalah kewajiban memenuhi marginal pengambilan barang agar mendapatkan harga lebih murah dari supplier. Kesulitan modal sempat menghambat pertumbuhan usahanya.
Kesulitan itu perlahan teratasi ketika seorang petugas BRI datang mengunjungi rumah-rumah di lingkungannya. Dari pertemuan itulah Sari mengenal Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI. “Jadi ada petugas BRI yang mungkin tahu saya punya usaha, lalu ditawari KUR BRI. Saya dijelaskan apa itu KUR dan persyaratannya dan dari situ saya tertarik mencoba,” imbuhnya.
Baca Juga:
BRILink Agen Waisun Jadi Tumpuan Warga di Papua Pegunungan, Dekatkan Akses Layanan Keuangan
Proses pengajuan KUR terbilang mudah. Pengajuan pertama memberi pinjaman sebesar Rp 5 juta, yang kemudian setelah pelunasan meningkat menjadi Rp 25 juta pada pengajuan kedua. Dana ini langsung digunakan Sari untuk memperluas usaha, mulai dari merekrut pegawai hingga merintis peluang usaha lain.
Saat pandemi COVID- 19 melanda, Sari melihat kebutuhan baru di masyarakat yaitu pendampingan belajar anak yang tidak bisa mengikuti sekolah tatap muka. Dari sinilah lahir bimbingan belajar yang ia dirikan sendiri. Tak hanya itu, Sari juga mengembangkan usaha binatu ekspres, yang didukung pinjaman BRI sebesar Rp 100 juta pada 2023
Kini, roda usaha Sari bergerak semakin stabil. Usaha mainan anak kini dilanjutkan oleh sang adik, sementara Sari fokus mengembangkan bimbingan belajar dan binatu ekspres yang memiliki lebih banyak pelanggan.
Halaman Selanjutnya
“KUR sangat membantu, terutama di awal menjalankan usaha. Kemajuan bisnis saya sekarang ini tentu berkat KUR BRI. Proses pencairan dana juga cepat, sekitar 3 – 4 hari. Sebelumnya, kalau pinjam uang di sini kan ke rentenir, duitnya nggak bisa muter, malah habis buat bayar utang. Kalau di BRI bunganya ringan, jadi sebagai pemilik usaha nggak merasa berat,” jelasnya.









