Kamis, 29 Januari 2026– 15: 55 WIB
Ilustrasi pesawat jatuh. ANTARA/HO-Tangkapan layar video
jpnn.com JAKARTA – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mencatat pesawat keluar landasan pacu masih menjadi jenis kejadian paling dominan dalam kecelakaan dan kejadian serius penerbangan yang di investigasi sepanjang 2025
Pelaksana Tugas Ketua Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT Henry Poerborianto menyampaikan, subkomite telah melakukan 19 investigasi pada 2025 yang terdiri atas sembilan kecelakaan dan 10 kejadian serius.
“Dari 19 investigasi tersebut, kejadian yang paling banyak adalah pesawat keluar landasan atau runway trip,” kata Henry dikutip Kamis (29/1
Dia menjelaskan, tamasya landasan pacu merupakan kondisi ketika pesawat tidak mampu berhenti secara aman di landasan atau keluar dari batas landasan saat lepas landas maupun mendarat.
Berdasarkan klasifikasi KNKT, dari 19 investigasi pada 2025 tersebut, pesawat keluar landasan tercatat tujuh peristiwa, disusul kegagalan sistem/komponen mesin sebanyak tiga peristiwa dan kontak tidak normal dengan landasan (unusual path get in touch with) tiga peristiwa.
KNKT juga mencatat investigasi terkait turbulensi sebanyak dua peristiwa, pesawat dalam kendali pilot namun menabrak permukaan bumi ( penerbangan terkendali ke medan/CFIT dua peristiwa, serta masing-masing satu peristiwa terkait bahan bakar dan layanan navigasi/manajemen lalu lintas udara.
Dalam kurun 2021– 2025, Subkomite Investigasi Kecelakaan Penerbangan KNKT telah menginvestigasi 105 peristiwa penerbangan yang mencakup kecelakaan dan kejadian serius.
Pada 2025, jumlah investigasi penerbangan tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya, dengan total korban jiwa sebanyak 12 orang.
KNKT mencatat pesawat keluar landasan pacu masih menjadi jenis kejadian paling dominan dalam kecelakaan dan kejadian serius penerbangan yang di investigasi 2025
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google Berita








