Kamis, 5 Februari 2026 – 12:32 WIB
Jakarta – Chiki Fawzi angkat bicara terkait polemik pencopotannya sebagai petugas haji yang ramai diperbincangkan publik. Ia mengaku dikeluarkan secara mendadak saat masih menjalani pendidikan dan pelatihan (diklat) petugas haji, tanpa penjelasan yang transparan di awal. Klarifikasi ini disampaikan Chiki setelah namanya diseret dalam berbagai tuduhan di media sosial, mulai dari indisiplin hingga disebut “nebeng haji”.
Baca Juga:
Viral Pengakuan Mengejutkan Rekan PPIH Usai Pencopotan Chiki Fawzi dari Petugas Haji
Putri Ikang Fawzi tersebut menegaskan bahwa dirinya tidak melakukan pelanggaran seperti yang dituduhkan. Ia bahkan menyebut keputusan pencopotan tersebut terjadi secara tiba-tiba pada malam hari. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
“Exactly like that nggak dilebihin, tiba-tiba banget,” ujar Chikidi sebuah program acara TV yang dikutip dari tayangan YouTube pada Kamis, 5 Februari 2026.
Baca Juga:
TERPOPULER: Denada Panen Kritikan hingga Seruan Boikot, Chiki Fawzi Fix Batal Jadi Petugas Haji
Ia menjelaskan, dirinya mulai mengikuti diklat sejak tanggal 22 Januari setelah sebelumnya menyalurkan bantuan musim dingin ke Palestina, West Bank, dan Suriah. Pencopotan itu terjadi sekitar hari kelima pelatihan.
“Aku tuh masuk tanggal 22 karena waktu itu ada bawa bantuan winter dulu ke Palestina, West Bank sama Suriah,” jelasnya.
Baca Juga:
13 Calon Petugas Haji Dicopot, Alasannya Pemalsuan Absensi hingga Sakit Kronis
Dalam penjelasannya, Chiki mengungkap adanya dua jalur rekrutmen petugas haji, yakni jalur ujian CAT dan jalur penunjukan langsung (PL). Ia masuk melalui jalur PL bersama beberapa influencer dan pihak kementerian.
“Ada jalur ujian CAT… Ada jalur yang kayak aku dan teman-teman influencer dan orang-orang kementerian gitu yang aku itu penunjukan langsung,” kata Chiki.
Meski masuk lewat jalur PL dan sempat bergabung di tengah diklat, Chiki membantah tudingan bahwa dirinya indisiplin. Ia menegaskan mengikuti seluruh aturan, bahkan ikut tidur di barak.
“Karena kenyataannya aku ngikutin semua peraturan bahkan aku tidur di barak,” ujarnya.
Chiki juga membantah tuduhan bahwa ia membuat kegaduhan lewat konten. Ia menyebut pembuatan konten justru merupakan bagian dari tugas dan fungsi (tusi) yang diembannya di MCH.
“Bahkan semacam KPI aku sebagai yang ditempatkan di TUSI MCH… di MCH emang kita harus bikin konten,” tegasnya.
Menurut Chiki, pada malam pencopotan itu hanya dirinya yang dipanggil ke sebuah ruangan. Ia bertemu empat pejabat yang ia hormati, namun alasan resmi yang diterima dinilainya masih menggantung.
Halaman Selanjutnya
“Jadi setahu aku sih ya malam itu ya aku aja aku dipanggil ke sebuah ruangan. Ada empat bapak-bapak Kemenhaj yang aku hormati,” ungkapnya.








