Rabu, 4 Februari 2026 – 21: 00 WIB

VIVA — Apakah kamu merasa tubuh jadi kurang bertenaga setelah memulai diet plan? Memulai pola makan baru memang sering kali terasa semangat, apalagi jika tujuannya ingin mencapai target kebugaran.

Baca Juga:

Diet Plan Rendah Salt: Ganti Garam dengan MSG? Pahami Fakta Bahaya MSG

Namun, rasa lemas dan kurang energi justru bisa menjadi tantangan tersendiri. Aktivitas sederhana terasa melelahkan, semangat word play here menurun. Tak jarang, kondisi ini membuat orang mulai ragu apakah diet plan yang dijalani benar-benar efektif, bahkan tergoda untuk berhenti di tengah jalan.

Lantaskah ini regular? Kepala Departemen Diabetologi di KIMS Hospitals, Thane, Dr Vijay Negalur angkat bicara. Menurut Negalur, kondisi ini cukup sering dialami, terutama pada tahap awal saat asupan kalori mulai dibatasi.

Baca Juga:

Daftar 10 Makanan yang Paling Efektif untuk Diet regimen Penurunan Berat Badan

“Ya, ini hal yang umum terjadi di hari-hari awal diet. Tubuh terbiasa mendapatkan energi dari glukosa hasil makanan rutin, terutama dari karbohidrat,” ujarnya dikutip dari laman Waktu Hindustan Rabi 4 Februari 2026

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa ketika jumlah kalori tiba-tiba berkurang, pasokan energi yang biasanya stabil ikut menurun. Tubuh word play here perlu waktu untuk beradaptasi dan beralih menggunakan lemak sebagai sumber energi utama. Selama masa transisi ini, seseorang bisa merasa lesu, sulit fokus, atau lemah, meskipun sebenarnya dalam kondisi sehat.

Baca Juga:

Sering Mengantuk Setelah Makan Siang, Benarkah Bisa Jadi Tanda Diabetes?

Negalur juga menjelaskan bahwa saat asupan kalori dikurangi, tubuh akan berusaha menyesuaikan diri dan menjaga keseimbangan energi. Respons ini bisa memicu peningkatan hormon stres serta sedikit memperlambat kerja kelenjar tiroid, yang bertujuan menghemat energi. Akibatnya, rasa lelah bisa muncul meski penurunan berat badan baru saja dimulai.

Apakah kekurangan zat gizi tertentu bisa menyebabkan seseorang lemas saat diet plan?

Ternyata, rasa lelah tidak selalu semata-mata karena makan lebih sedikit. Negalur menjelaskan bahwa kadar zat besi yang rendah dapat mengurangi suplai oksigen ke otot dan otak, sehingga tubuh terasa cepat lelah. Selain itu, magnesium dan vitamin juga berperan penting.

“Kekurangan magnesium dapat memengaruhi fungsi otot dan kualitas tidur. Sementara vitamin B berperan dalam mengubah makanan menjadi energi. Jika beberapa kelompok makanan dikurangi, asupan zat gizi ini bisa ikut menurun tanpa disadari dan membuat tubuh terasa kurang bertenaga,” jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Pengaturan waktu makan atau asupan karbohidrat bisa membantu?

Tautan Sumber