Hari ini pukul 00.05 ketika personel Patroli Kota San Isidro mencoba mengidentifikasi tiga pemuda yang berjalan dengan sikap mencurigakan, yang mulai berlari saat melihat keberadaan ponsel polisi. Saat melarikan diri, mereka membuang barang-barang lainnya. Salah satunya dipukul oleh petugas berseragam. Penangkapannya akhirnya mengungkap pembunuhan saat perampokan di sebuah rumah. Korbannya adalah tetangga berusia 72 tahun, dia dibunuh dengan pisau. Setidaknya ada dua luka tusuk di tubuh korban.

Kejahatan di San Isidro: penangkapan tersangka saat melarikan diri mengungkapkan adanya pembunuhan saat perampokan

Hal ini dilaporkan kepada BANGSA sumber kasus tersebut. Dua penjahat lainnya yang berpartisipasi dalam rencana kriminal melarikan diri ke kota La Cava, di Beccar, menurut rekonstruksi yang dibuat dari pembuatan film sistem keamanan Kota San Isidro.

“Tersangka yang ditahan dipindahkan ke kantor polisi ke-7 di San Isidro. Di tangannya, sebuah dompet berisi dokumentasi yang sesuai dengan alamat yang terletak di 1200 Jacinto Díaz disita,” kata sumber yang berkonsultasi.

Saat petugas berseragam mendatangi alamat yang dimaksud, mereka menemukan pemiliknya sudah meninggal. Lantai atas rumah itu berantakan.

Korban yang berusia 72 tahun ditusuk hingga tewasTadeo Bourbon

“Korbannya VC tinggal sendiri. Dia dibunuh dengan pisau. Dilihat sekilas, ada dua luka tusuk di tubuhnya. Rupanya, tidak ada satu pun pintu yang dibuka paksa. Sekarang sedang diselidiki bagaimana mereka masuk,” tambah sumber yang berkonsultasi.

Tas, ransel, dan dompet juga disita dari barang milik tahanan.

Investigasi dilakukan oleh Jaksa San Isidro Cecilia Chaiebyang menetapkan serangkaian tindakan pengujian. Perwakilan Kementerian Umum menunggu hasil awal otopsi dalam beberapa jam ke depan untuk mengetahui berbagai keadaan kematian korban.

Menurut gambar dari kamera keamanan kota, ketiga tersangka, termasuk seorang wanita, berjalan membawa tas, ransel, satu set TV, dan kotak tempat mereka menyimpan barang rampasan kudeta.

“Penangkapan dilakukan tanpa sepengetahuan perbuatan yang mereka lakukan. Klarifikasi terjadi sebelum kejahatan dilaporkan berdasarkan kerja petugas patroli polisi. Brigade Operasi Segera (BOI)”, tegas a BANGSA sumber dari Kotamadya San Isidro.

Tersangka yang ditahan oleh BOI San Isidro diidentifikasi oleh sumber polisi sebagai Luciano Pérez, 27 tahun.

Sore harinya, Tatiana Nicole Giménez, 23, ditangkap. “Tersangka diserahkan ke kantor polisi La Cava oleh keluarganya, yang mengenalinya dari gambar yang dirilis,” jelas sumber dalam kasus tersebut.

“Sekarang kami sedang mencoba mencari penjahat ketiga yang sudah teridentifikasi”tambah informan yang berkonsultasi.

Daerah Sejuta Geng

Sekitar sepuluh blok dari tempat pria berusia 72 tahun itu dibunuh, pada bulan Maret 2024, terjadi pembunuhan lagi dalam sebuah perampokan. Kejahatan inilah yang membuat apa yang disebut dengan Geng Sejuta menjadi terkenal, Dikenal karena melakukan perampokan dengan kekerasan di mana dia dengan kejam memukuli dan bahkan menyiksa korbannya dan dia dituduh melakukan dua pembunuhan.

Kejahatan tersebut terjadi pada dini hari tanggal 14 Maret 2024 di sebuah rumah yang terletak di San José 86, di lingkungan Las Lomas San Isidro. Korbannya, Jorge De Marco, dipukuli hingga tewas.

Para pencuri mengejutkannya ketika dia sedang tidur di kamar lantai atas dan dua tulang rusuknya patah, cedera yang menyebabkan pneumotoraks dan bronkoaspirasi. Dia berumur 65 tahun.

Setelah kejahatan tersebut, para pembunuh menuju ke kota La Cava, di Beccar, tempat sebagian besar anggota geng tersebut tinggal.

Pembunuhan lain yang dikaitkan dengan geng Millón terjadi eTanggal 25 Oktober lalu di sebuah rumah di Justo José de Urquiza pada pukul 11.00, di Acassuso, di San Isidro.

Korban María Susana Rodríguez Iturriaga berusia 81 tahun. Berdasarkan otopsi, korban sudah “beberapa luka tumpul dan memar di wajah,” sebuah “luka sayatan dengan edema di kelopak mata kanan atas” dan “memar di tulang pipi.” Dia meninggal akibat infark miokard akut.

Empat pelaku masuk ke rumah korban, dua di antaranya masih di bawah umur. Mereka memasuki properti setelah memanjat tembok. Rodríguez Iturriaga diikat dengan pakaiannya.

Rencana pidana, seperti yang dilaporkan pada saat itu oleh sumber-sumber peradilan, akan direncanakan dan diperintahkan oleh salah satu pemimpin utama Sejuta GengThiago Sandoval, alias Polli dan 18 tahun, dari “pusat penahanan untuk anak di bawah umur dewasa” di Virrey del Pino, di La Matanza, di mana dia menjalani hukuman sepuluh tahun penjara karena partisipasinya dalam pembunuhan De Marco.


Tautan Sumber