Selasa, 3 Februari 2026 – 16:35 WIB

Jepang, VIVA – Toyota, Daihatsu, dan Suzuki akhirnya mewujudkan proyek kei car listrik yang sudah lama dinanti di Jepang. Tiga merek ini resmi meluncurkan lini kendaraan niaga mungil bertenaga baterai yaitu Toyota Pixis Van BEV, Daihatsu e-Hijet Cargo, dan Daihatsu e-Atrai RS. Dalam waktu dekat, Suzuki juga akan menyusul lewat model kembarannya yang diberi nama e-Every.

Baca Juga:

BYD Siapkan Senjata Baru, Waktu Cas Dipangkas Brutal

Seperti dilansir VIVA Otomotif dari CarscoopSelasa 3 Februari 2026, model produksi ini hadir hampir tiga tahun setelah versi prototipenya diperkenalkan pada 2023. Secara tampilan, ketiganya nyaris identik dengan versi bensin yang sudah dijual sejak 2021. Perbedaan paling mudah dikenali hanya pada hadirnya port pengisian daya di bumper depan.

Antara versi Toyota dan Daihatsu, perbedaan visual praktis hanya terletak pada emblem. Sementara Daihatsu e-Atrai RS yang lebih berorientasi penumpang tampil sedikit lebih mewah dengan aksen krom, pelek baja hitam, serta pintu geser elektrik di kedua sisi.

Baca Juga:

Mobil Listrik Butuh Ganti Aki, Segini Harganya

Masuk ke dalam kabin, pembaruan terlihat dari tuas transmisi model baru yang diadopsi dari mobil Toyota lain seperti Prius. Fitur yang dibawa juga cukup modern untuk ukuran kei van, mulai dari jok depan berpemanas, AC otomatis yang lebih efisien, port USB, stop kontak AC 100V untuk perangkat eksternal, hingga sistem keselamatan aktif Smart Assist terbaru.

Meski kini menggunakan tenaga listrik, fungsi utamanya sebagai kendaraan niaga tetap dipertahankan. Ruang kargo tidak berubah, begitu juga daya angkut maksimal yang tetap di angka 350 kilogram.

Baca Juga:

Toyota Catat Rekor Penjualan Global Sepanjang 2025

Ketiga kei van ini menggunakan platform DNGA (Daihatsu New Global Architecture) dengan sistem penggerak listrik hasil pengembangan bersama Toyota, Daihatsu, dan Suzuki. Motor listrik dipasang di belakang (e-axle) dengan tenaga 63 dk dan torsi 126 Nm. Tenaganya setara mesin bensin 660 cc turbo, tetapi torsinya lebih besar 35 Nm.

Baterai lithium-ion berkapasitas 36,6 kWh ditempatkan di lantai kendaraan. Konfigurasi ini memungkinkan jarak tempuh hingga 257 km berdasarkan standar WLTC. Angka tersebut bahkan lebih baik dari target awal saat pengembangan dan sedikit unggul dari pesaing terdekatnya, Honda N-Van e:.

Halaman Selanjutnya

Pengisian daya penuh dari sumber listrik 6 kW membutuhkan waktu sekitar enam jam. Jika menggunakan fast charger 50 kW, baterai bisa terisi hingga 80 persen dalam 50 menit. Model ini juga sudah mendukung teknologi Vehicle-to-Home (V2H).

Tautan Sumber