Senin, 9 Februari 2026 – 16:22 WIB

VIVA – Manajer Manchester City Pep Guardiola tak bisa menyembunyikan rasa bangganya usai membawa timnya meraih kemenangan 2-1 atas Liverpool di Anfield. Hasil ini terasa istimewa karena menjadi kemenangan pertama Guardiola di Anfield dengan kehadiran penonton sejak menangani The Citizens.

Baca Juga:

Real Madrid Pepet Bek Liverpool

Manchester City menundukkan sang juara bertahan Premier League lewat gol telat Bernardo Silva dan Erling Haaland yang dieksekusi dari titik penalti. Kekalahan tersebut menjadi pukulan besar bagi Liverpool dalam upaya mereka mengamankan tiket Liga Champions musim depan.

Guardiola mengakui Anfield selalu menjadi tempat yang sulit. Sejak menukangi City pada 2016, ia hanya sekali menang di markas Liverpool, itu pun terjadi tanpa penonton pada masa pandemi COVID-19.

Baca Juga:

Pernyataan Berkelas Bruno Fernandes Usai MU Catat 4 Kemenangan Beruntun

“Yang itu (kemenangan 2021) tidak dihitung, kan?” ujar Guardiola sambil bercanda.

Menurut pelatih asal Spanyol itu, kemenangan di hadapan publik Anfield memiliki makna yang jauh lebih besar.

Baca Juga:

Kartu Merah Romero Jadi Petaka, Manchester United Sikat Tottenham 2-0

“Jelas ini jauh lebih baik. Semoga kita tidak pernah lagi bermain di sini tanpa penonton. Anfield adalah Anfield—tradisi, sejarah, dan atmosfernya luar biasa,” ucapnya.

Kemenangan ini membuat Manchester City yang berada di posisi kedua klasemen memangkas jarak dengan pemuncak klasemen Arsenal menjadi enam poin. Guardiola menilai selisih tersebut masih sangat berarti di tengah ketatnya persaingan.

“Enam poin lebih baik daripada sembilan. Tapi tetap saja ini jarak yang besar, apalagi Arsenal sangat kuat di semua lini,” katanya.

Guardiola juga menyoroti padatnya jadwal yang akan dihadapi timnya ke depan, termasuk final Carabao Cup dan Liga Champions.

“Masih ada 13 laga di Premier League. Banyak pertandingan, cedera bisa terjadi, dan semua tim bermain untuk sesuatu—Liga Champions, Liga Europa, atau bertahan dari degradasi,” ujar Guardiola.

Soal performa tim, Guardiola memuji penampilan City di babak pertama namun mengkritik kurangnya ketenangan pada paruh kedua.

“Babak pertama luar biasa, tapi kami belum cukup tenang di sepertiga akhir. Di kotak penalti, Anda harus santai, seperti minum kopi,” katanya.

Ia juga memberikan kredit khusus kepada Bernardo Silva, yang disebutnya sebagai pemimpin sejati di lapangan.

Halaman Selanjutnya

“Kami mengikuti Bernardo. Dia kapten kami, salah satu pemain terbaik yang pernah saya latih. Saya sendiri ikut mengikutinya,” tutup Guardiola.

Tautan Sumber