Jumat, 9 Januari 2026 – 20:14 WIB
Beijing, VIVA – Kamboja mengumumkan telah menangkap dan mengekstradisi Chen Zi ke Tiongkok. Ini adalah konglomerat yang dituduh terlibat dalam perjudian online skala besar dan praktik penipuan di negara tersebut.
Baca Juga:
OJK: Laporan Penipuan Jasa Keuangan Turun di Periode Nataru 2025-2026
Kementerian Luar Negeri China mengkonfirmasi penangkapan Ketua Prince Holding Group, Chen Zhi, di Kamboja dan pemindahannya ke China merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam memberantas perjudian daring.
“Selama beberapa waktu, China telah aktif bekerja sama dengan negara-negara termasuk Kamboja untuk menindak kejahatan perjudian daring dan penipuan telekomunikasi dengan hasil yang signifikan. Pemberantasan perjudian daring dan penipuan telekomunikasi adalah tanggung jawab bersama komunitas internasional,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning dalam konferensi pers di Beijing, Kamis, 8 Januari 2026
Baca Juga:
Trump Yakin China Tidak Akan Merebut Taiwan Selama Ia Jadi Presiden AS
Kementerian Dalam Negeri Kamboja menyebutkan bahwa Chen Zhi (38 tahun), Ketua Prince Holding Group, bersama dua warga negara China lainnya ditangkap dan diekstradisi ke China pada Selasa, 6 Januari 2025, atas permintaan otoritas China.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning
Foto :
- ANTARA/Desca Lidya Natalia
Baca Juga:
Trump Kucurkan 45 Juta Dolar AS untuk Dukung Gencatan Senjata Thailand dan Kamboja
Dalam siaran televisi di China, Chen digambarkan sebagai “pemimpin sindikat kejahatan perjudian dan penipuan transnasional besar”.
Chen, yang lahir di China dan merupakan warga negara China, sebelumnya sempat memiliki kewarganegaraan Kamboja yang kemudian dicabut. Ia kini menghadapi dakwaan dari Amerika Serikat dan Inggris atas berbagai tuduhan terkait penipuan dan pencucian uang.
“China siap bekerja sama dengan negara-negara tetangga termasuk Kamboja untuk meningkatkan kerja sama penegakan hukum, melindungi keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat serta menjaga pertukaran dan kerja sama antara negara-negara kawasan,” ungkap Mao Ning.
Jaksa penuntut Amerika Serikat menuduh Chen sebagai dalang penipuan siber multinasional, menggunakan jaringan bisnisnya untuk pencucian uang, serta melakukan kekerasan terhadap para pekerja.
Pihak berwenang AS juga menyita aset milik Chen Zhi, termasuk properti senilai sedikitnya 100 juta dolar AS serta mata uang kripto senilai 14 miliar dolar AS.
Chen dituduh menipu sekitar 250 warga Amerika hingga menyebabkan kerugian jutaan dolar, dengan salah satu korban dilaporkan kehilangan 400.000 dolar AS dalam bentuk mata uang kripto.
Halaman Selanjutnya
Prince Group disebut mengoperasikan lebih dari 100 bisnis di 30 negara, dengan pusat-pusat penipuan yang sebagian besar berlokasi di Kamboja dan Myanmar, yang menargetkan korban di berbagai negara.













