Selasa, 10 Februari 2026 – 11:30 WIB
Jakarta – Wakil Menteri Keuangan, Juda agung, mengaku kurang puas dengan pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2025 yang sebesar 5,11 persen, khususnya pertumbuhan di kuartal IV-2025 yang hanya 5,39 persen.
Baca Juga:
Ekonomi Kuartal I Dipatok Tumbuh 5,6 Persen, Juda Agung sebut Bansos dan Insentif Bakal Digeber
Meskipun masih mensyukuri perolehan itu, namun Juda mengatakan bahwa sebenarnya potensi pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2025 itu bisa melebihi capaian-capaian tersebut.
“Bisa puas, atau belum puas tapi perlu kita syukuri. Belum puasnya itu karena dia masih di bawah potensialnya. Pertumbuhan 5,39 persen di kuartal IV-2025 itu masih di bawah potensinya, jadi artinya masih bisa didorong,” kata Juda dalam acara ‘Economic Outlook 2026’ di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa, 10 Februari 2026.
Baca Juga:
Prabowo Ajak Pengusaha Ciptakan Lapangan Kerja Seluas-luasnya untuk Rakyat
Eks Deputi Gubernur BI, Juda Agung.
Meski demikian, Juda mengatakan bahwa capaian itu juga memiliki sisi positifnya tersendiri. Misalnya seperti fakta bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 yang sebesar 5,39 persen, adalah pertumbuhan tertinggi di kuartal IV sejak 2022 ketika terjadi rebound dari COVID-19. Karena setelah rebound itu, rata-rata pertumbuhan ekonomi menurutnya memang agak lemah karena hanya di sekitar angka 5 persen.
Baca Juga:
Juda Agung sebut Pertumbuhan Ekonomi 2025 Buka Lapangan Kerja secara Signifikan
“Jadi pertumbuhan sekarang (kuartal IV-2025) di 5,39 (persen) itu saya kira achievement yang patut kita syukuri,” ujarnya.
Kemudian sisi positif kedua, apabila dibandingkan dengan negara-negara lain seperti misalnya China, pertumbuhan ekonominya di kuartal IV-2025 lalu nyatanya hanya mencapai sekitar 4,5 persen.
“Dan dibandingkan dengan negara-negara G20 yang lain, kita salah satu negara yang tinggi pertumbuhannya. Jadi saya kira ini suatu momentum yang sangat bagus dan ini perlu kita dorong,” kata Juda.
Di sisi lain, Juda juga mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi 2025 juga mencatatkan kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) yang cukup signifikan, yang sejalan dengan pertumbuhan ekonomi. Sehingga menurutnya hal tersebut matching antara pertumbuhan ekonomi dengan keyakinan konsumen yang naik signifikan tersebut.
Selain itu, lanjut Juda, pertumbuhan ekonomi di 2025 juga memberikan impact pada aspek kesejahteraan masyarakat, ketersediaan lapangan kerja, dan menurunnya angka kemiskinan. Hal itu diakuinya dapat dilihat dari hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) per tiga bulan, dimana survei yang terakhir pada bulan November 2025 menunjukkan bahwa angkanya cukup ‘encouraging’.
Halaman Selanjutnya
“Karena pertambahan tenaga kerja itu mencapai sekitar 1,4 juta (orang) di dalam satu kuartal itu. Jadi itu antara survei di Agustus dengan survei di November,” ujar Juda.












