Selasa, 3 Februari 2026 – 17:13 WIB
Jakarta – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa meyakini, apabila ekonomi nasional bisa tumbuh hingga 7 persen, maka dipastikan bahwa investor asing akan menyerbu masuk ke Tanah Air dengan membawa investasi alias Foreign Direct Investment (FDI).
Baca Juga:
Anggaran Gentengisasi Tak Sampai Rp 1 Triliun, Purbaya Ungkap Sumber Pendanaannya
Karenanya, Dia mengakui bahwa mendongkrak pertumbuhan ekonomi merupakan fokus utama pemerintah saat ini, guna meningkatkan daya tarik investasi asing atau FDI agar masih ke Indonesia.
“Ketika ekonomi kita tumbuh di kisaran 6-7 persen bahkan di atas itu, maka hal tersebut akan menawarkan imbal hasil yang lebih baik bagi setiap investor yang datang ke negara ini,” kata Purbaya di kawasan Sudirman, Jakarta, Selasa, 3 Februari 2026.
Baca Juga:
Airlangga Buka Suara soal Wacana Naiknya Limit Investasi Dapen & Asuransi di Pasar Modal
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
“Karena FDI itu akan datang ke suatu negara yang menawarkan imbal hasil yang lebih baik,” ujarnya.
Baca Juga:
Cari Bos OJK Baru, Airlangga sebut Pansel sedang Dibentuk Purbaya
Purbaya pun mengaku optimis bahwa ekonomi Indonesia di 2026 akan bisa tumbuh hingga 6 persen, untuk kemudian secara bertahap mencapai 8 persen di tahun 2029 mendatang.
Karenanya, Dia menegaskan akan terus berupaya menjaga agar fundamental ekonomi nasional bisa tetap baik dan terjaga, supaya hal itu bisa menjadi bahan promosi bagi para investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
“Kondisi ekonomi domestik yang lebih baik adalah syarat sebelum mengundang FDI. Karena saya tidak ingin pergi ke mereka (investor asing) dan memohon-mohon sementara kondisi ekonomi domestik pada saat yang sama tidak baik,” kata Purbaya.
Dia menjelaskan, dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, hal itu secara otomatis juga akan berefek domino bagi keuangan negara. Karena penerimaan pajak meningkat, dan pemerintah memiliki ruang pendanaan yang besar untuk membiayai sejumlah program pembangunan.
Purbaya pun berharap agar pemerintah bisa menyelesaikan berbagai masalah terkait rumitnya birokrasi yang ada saat ini, supaya tidak menjadi penghambat bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Dia pun berharap seluruh Kementerian/Lembaga bisa saling bersinergi untuk mewujudkan hal tersebut.
“Meskipun birokrasi sulit untuk diubah, tapi sekarang saya punya kekuatan untuk mengontrol birokrasi. Karena jika K/L tidak melakukan apa yang telah saya katakan, saya bisa memotong anggarannya,” ujar Purbaya.
Halaman Selanjutnya
Di sisi lain, Purbaya meyakini bahwa sinergitas yang tengah dibangun antara sektor fiskal dan moneter saat ini, juga akan membantu mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.













