Jumat, 06 Februari 2026 – 18:00 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi siap mengganti jukir yang tak mau mengikuti aturan pemerintah kota. Foto: Ardini Pramitha/JPNN
jatim.jpnn.comSURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyatakan tidak akan ragu mengganti juru parkir jika tak mau mengikuti aturan yang berlaku.
Pernyataan ini menjawab adanya ancaman terkait jukir yang tidak mau memberikan setoran retribusi parkir jika pelaksanaan tindak pidana ringan (tipiring) tidak dihentikan.
“Insyaallah kalau tidak ikut maka silakan tidak menjadi Jukir. Kami akan mengganti Jukir lainnya karena di Surabaya banyak yang ingin menggantikan itu,” kata Eri, Jumat (6/2).
Dia menekankan ruang parkir di tepi jalan umum (TPU) merupakan milik negara dan rakyat Surabaya. Karena itu, pengelolaannya harus tunduk pada aturan pemerintah.
“Ini tanah negara, ini adalah milik rakyat Surabaya, kalau tidak mau, ya sudah, kami ganti yang lainnya, tetapi saya berharap mereka tetap menjadi (Jukir) karena mereka adalah orang Surabaya,” ujarnya.
Eri optimistis Surabaya akan tetap kondusif karena para jukir resmi telah menandatangani komitmen bersama terkait pelaksanaan kebijakan parkir non-tunai dan penataan parkir.
“Saya yakin suasana kondusif, karena Jukir-Jukir juga sudah tanda tangan terkait dengan kegiatan-kegiatan yang akan kita lakukan. Karena ini apa, kami akan mengubah suasana Surabaya, kami tidak usah tukaran (bertengkar), kami tidak usah ramai, tetapi berubah,” ucapnya.
Menurutnya, perubahan harus dilakukan dengan pendekatan yang lembut namun konsisten. Hal ini tentu juga harus disertai komitmen kuat agar sistem parkir di Surabaya lebih baik lagi ke depannya.
Wali Kota Surabaya siap mengganti jukir yang tak mau mengikuti aturan pemerintah kota
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google Berita














