Senin, 3 November 2025 – 16: 56 WIB
Jakarta — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin perkasa pada penutupan perdagangan Senin, 3 November 2025 IHSG menguat 1, 36 persen atau 111, 21 poin ke degree 8 275, 08
Baca Juga:
IHSG Sesi I Terbang 1 Persen, Intip 3 Saham di Puncak Jajaran Top Gainers
Sepanjang sesi perdagangan hari ini, indeks domestik bergerak dalam rentang area 8 201 hingga 2 282 Nilai transaksi di pasar reguler mencapai Rp 15, 19 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 2, 10 juta.
Berdasarkan pantuan VIVA Dari stokbit sebagian besar kompak mencatat penguatan signifikan. Sektor siklikal memimpin kenaikan sebesar 2, 18 persen kemudian sektor transportasi naik 1, 93 persen, sektor infrastruktur meningkat 1, 76 persen, sektor energi naik 1, 36 persen, sektor bahan baku ( bahan dasar menguat 1, 23 persen, sektor keuangan melambung 0, 41 persen, sektor industri melambung 0, 19 persen dan sektor kesehatan naik tipis 0. 08 persen.
Baca Juga:
Dibuka Menghijau, IHSG Berpotensi Menguat Sambut Gencatan Dagang AS-China
Ilustrasi Investasi Online
- pexels.com/AlphaTradeZone
Sebaliknya, sektor properti merosot paling parah sebesar 2, 83 persen. Sektor non-siklikal melemah 0, 80 persen dan sektor teknologi menyusut 0, 13 persen.
Baca Juga:
IHSG Diproyeksi Masuk Fase Konsolidasi, Cek 3 Saham Potensial Cuan Jagoan Analis
Analis Phintraco Sekuritas menyoroti adanya optimisme membaiknya perekonomian domestik dan mengantisipasi kinerja pasar modal yang cenderung membaik pada akhir tahun, mendorong penguatan indeks. Meskipun inflasi domestik di bulan Oktober 2025 merupakan degree yang tertinggi sejak April 2024, namun masih dalam target Financial institution Indonesia di kisaran 1, 5 persen hingga 3, 5 persen.
“Secara teknikal, terjadi penyempitan slope negative MACD dan berpotensi terjadi Golden Cross. Sementara Stochastic RSI melanjutkan kenaikan di location pivot. IHSG mampu bertahan di atas degree MA 5 dan MA 20,” jelas analis Phintraco Sekuritas dalam risetnya dikutip Senin, 3 November 2025
Lebih lanjut, CGS Internasional Sekuritas Indonesia melaporkan saham-saham yang kinclong seiring lonjakan IHSG dan lengkap sentimen yang mendorong setiap emiten.
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Saham UNVR ditutup naik 3, 49 persen setelah sempat naik 4, 65 persen atau 90 poin dan ditutup pada degree 2 670 Kenaikan ditopang kinerja keuangan sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini yang secara umum sesuai dengan ekspektasi dengan membukukan laba bersih mencapai 3, 3 triliun atau tumbuh 11 persen secara tahunan.
https://www.youtube.com/watch?v= 6 UrHUWjgXO 8
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Saham BBRI melonjak 1, 51 persen atau 60 poin ke level 4 040 Katalis lompatan harga disokong kinerja keuangan hingga akhir kuartal III- 2025 sesuai ekspektasi serta berlanjutnya aksi pembelian kembali (buyback) saham hingga Maret 2026 dan potensi pembagian dividen interim pada Januari 2026
Halaman Selanjutnya
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA)








