Kamis, 29 Januari 2026 – 17:06 WIB

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pemulihan (memantul) sekaligus memangkas penurunan tajam hingga menyebakan penghentian sementara perdagangan (penghentian perdagangan) pada sesi pertama. IHSG ditutup terkoreksi 1,06 persen atau 88,35 poin ke level 8.232,20.

Baca Juga:

IHSG Babak Belur, Airlangga: Ini Momentum Mereformasi Regulasi Pasar Modal

Berdasarkan pantauan VIVA Dari stokbitIHSG sempat terjun bebas ke area 7.481. Sementara titik tertinggi yang berhasil indeks domestik capai di level 8.296.

Nilai transaksi di pasar reguler senilai Rp 64,38 triliun. Jumlah perdagangan tercatat sebanyak 4,93 juta transaksi dengan volume transaksi mencapai Rp 940,21 miliar.

Baca Juga:

Bos OJK Beberkan Langkah Penyesuaian Aturan Baru Free Float Sesuai Ketentuan MSCI

Sektor transportasi menjadi satu-satunya sektor saham yang berhasil menguat saat tekanan penangguhan Morgan Stanley Capital Index (MSI) membayangi indeks domestik. Sektor transportasi melambung 0,76 persen.

Sektor konsumer siklikal tergerus paling dalam sebesar 4,88 persen disusul penurunan signifikan sektor properti sebesar 3,83 persen dan sektor konsumer non-siklikal sebesar 3,63 persen.

Baca Juga:

Harga Emas Global Pecah Rekor Tertinggi, IHSG Ikut Disorot Investor Global

Gelombang penurunan melanda sektor kesehatan sebesar 3,30 persen, sektor energi melemah 2,66 persen, sektor infrastruktur menyusut 2,64 persen, sektor industrial menurun 2,65 persen, sektor bahan baku tergerus 2,51 persen, sektor teknolpgi turun 0,96 persen dan sektor keuangan tergelincir 0,53 persen.

IHSG Terkoreksi Akibat Pembekuan MSCI

Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai koreksi kali ini karena menyusul kekhawatiran akan potensi turunkan versi Indonesia ke Frontier Market oleh MSCI. Beberapa sekuritas asing juga menurunkan peringkat Indonesia sehingga kembali memicu terjadinya sell-off dan sempat membuat terjadinya trading halt selama 30 menit di sesi perdagangan pertama.

“Setelah dibuka kembali, IHSG sempat melemah lebih dalam, namun kemudian terjadi bargain hunting sehingga pelemahan IHSG berkurang,” ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya pada Kamis, 29 Januari 2026.

Dari sisi teknikal, IHSG sempat menembus level MA200 dan melemah hingga level 7481. IHSG mengalami technical rebound sehingga pelemahan IHSG berkurang dan IHSG ditutup di atas level MA200 dan momentum pelemahan diperkirakan masih dominan.

Beberapa saham unggulan ikut bangkit dengan mencatat lompatan harga signifikan pada penutupan perdagangan. Berikut tiga saham di jajaran top gainers LQ45.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)

Saham BBRI melesat 5,29 persen atau 190 poin dan ditutup pada level 3.780.

Halaman Selanjutnya

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO)

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber