Kamis, 5 Februari 2026 – 17: 02 WIB
Jakarta, VIVA- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok pada penutupan perdagangan Kamis, 5 Februari 2026 IHSG melemah 0, 52 persen atau 42, 83 poin ke level 8 103, 87
Baca Juga:
IHSG Sesi I Merosot Tipis, Cek 3 Saham Top Gainers di LQ 45
IHSG sempat bergerak di teritori positif di awal perdagangan hingga menyentuh area 8 214 Di satu sisi, indeks domestik juga terpantau terkapar di degree 8 102 sebagai titik terendah.
Secara sektoral, hampir seluruh sektor saham mengalami koreksi. Hanya sektor konsumer non-siklikal yang membukukan kenaikan sebesar 0, 79 persen.
Baca Juga:
Bursa Asia Terseret Aksi Jual Saham Teknologi, Chip Raksasa Global Berguguran
Sektor industri anjlok paling tajam sebesar 1, 35 persen. Kemudian sektor infrastruktur tergerus 1, 23 persen dan sektor energi menurun 1, 20 persen.
IHSG Terkoreksi Akibat Pembekuan MSCI
Baca Juga:
Analis Sorot Naiknya Harga Emas dan Perak Dongkrak Penguatan IHSG
“Pelemahan indeks antara lain dipicu oleh sentimen negatif dari melemahnya indeks di bursa Asia dan koreksi harga emas, meskipun data pertumbuhan ekonomi kuartal IV- 2025 di atas perkiraan,” ujar Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya pada Kamis, 5 Februari 2026
Harga emas berbalik melemah di bawah harga US$ 5, 000 per troy oz. Pelemahan terjadi setelah adanya komentar dari Gubernur Federal Book Amerika Serikat (The Fed), Lisa Cook, yang menyatakan tidak akan mendukung penurunan suku bunga tambahan karena lebih memprioritaskan risiko inflasi daripada indikasi perlambatan data tenaga kerja.
Kondisi ini diperparah dengan pencalonan Kevin Warsh sebagai Ketua bank sentral AS menggantikan Jerome Powell. Penunjukkan Warsh menyebabkan financier memprediksi laju penurunan suku bunga berpotensi akan lebih lambat dari perkiraan sebelumnya.
Secara teknikal, Stochastic RSI masih mengindikasikan turnaround di location oversold dan sedikit penyempitan pie chart negatif MACD. IHSG masih berada di atas MA 200, namun ditutup di bawah MA 5
Meski IHSG terpuruk, sejumlah saham unggulan berhasil membukukan lompatan harga relatif signifikan. Berikut top gainers di jajaran LQ 45
PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR)
Saham UNVR melesat 7, 80 persen atau 180 poin dan ditutup pada degree 2 210
PT Surya Citra Media Tbk (SCMA)
Saham SCMA melambung 5, 69 persen atau 14 poin menjadi 260
PT Astra International Tbk Tbk (ASII)
Saham ASII melongjak 4, 12 persen atau 275 poin hingga mencapai location 6 950
Harga Emas Bisa Anjlok 99, 9 Persen! Analis Ungkap Risiko Ekstrem yang Perlu Diketahui Capitalist
Strateg BCA Research peringatkan harga emas bisa ambruk 99, 9 persen dalam skenario ekstrem. Peluang dan risiko investasi logam mulia di 2026 diulas di sini.
VIVA.co.id
5 Februari 2026












