Jumat, 30 Januari 2026 – 08: 27 WIB
Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi berbalik menguat ( memantul terbatas pada sesi perdagangan hari ini, Jumat, 30 Januari 2026 Pada sesi sebelumnya, IHSG merosot 1, 06 persen ke level 8 232, 20
Baca Juga:
IHSG Babak Belur, Airlangga: Ini Momentum Mereformasi Regulasi Pasar Modal
Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, menuturkan penurunan signifikan yang terjadi di hari Kamis, 29 Januari 2026 membuat peluang skenario wave (iv) menjadi sangat kecil. IHSG justru cenderung merupakan wave (ii) yang memang memiliki karakteristik koreksi yang agresif dan dalam.
“IHSG diperkirakan sudah berada di awal wave (b) sebagai suatu rebound jangka pendek,” ujar Ivan dikutip dari riset hariannya pada Jumat, 30 Januari 2026
Baca Juga:
Harga Emas Global Pecah Rekor Tertinggi, IHSG Ikut Disorot Investor Global
Meski penguatan relatif terbatas, Ivan melihat terbuka ruang untuk rebound bisa berlanjut. Di mana IHSG tiidak turun di bawah degree 7 762
Papan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Gedung BEI
Baca Juga:
IHSG Sesi I Ambruk, Efek Pembekuan MSCI Masih Berlanjut
Adapun titik assistance IHSG berada di area 7 762, 7 265 dan 7 099 Sedangkan titik resistance pada degree 8 359, 8 596, 8 837 dan 9 174
Lebih lanjut, Ivan mengungkap sejumlah emiten saham potensial cuan yang layak untuk para investor cermati. Berikut lima rekomendasi saham pilihan Ivan.
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
- Rekomendasi: Acquire on Weakness
- Location beli: 3 350 – 3 550
- Target harga: 4 340
PT Astra International Tbk (ASII)
- Rekomendasi: Acquire on Weak point
- Area beli: 5 600 – 5 700
- Target harga: 6 400
PT Financial Institution Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
- Rekomendasi: Speculative Buy
- Area beli: 3 950 – 4 050
- Target harga: 4 830
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN)
- Rekomendasi: Speculative Buy
- Area beli: 3 600 – 3 700
- Target harga: 4 450
PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF)
- Rekomendasi: Take Revenue
- Target harga: 7 000
IHSG Ditutup Terkoreksi ke Degree 8 232 Usai Diterpa Trading Halt, Kini Pasar Khawatirkan Potensi Turun Kelas
IHSG menunjukkan pemulihan (rebound) sekaligus memangkas penurunan tajam hingga 8 persen yang sebakan penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada sesi pertama.
VIVA.co.id
29 Januari 2026












