Kamis, 05 Februari 2026– 20: 22 WIB
Lokasi talud longsor di Villa Payung Indah, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. FOTO: Humas BPBD Kota Semarang.
jateng.jpnn.com SEMARANG – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Semarang memicu terjadinya tanah longsor pada talud sungai di wilayah Kecamatan Banyumanik.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Ngasem Raya, Rental Property Payung Indah, Kelurahan Pudakpayung pada Rabu (4/ 2 sekitar pukul 03 15 WIB.
Longsor terjadi setelah talud sungai di samping rumah warga tergerus aliran air akibat curah hujan tinggi.
Kondisi itu menyebabkan struktur tanah penahan runtuh dan menyeret sebagian area di sekitar rumah milik Wilda Nugraha yang dihuni satu keluarga berjumlah empat jiwa.
“Kondisi curah hujan tinggi membuat struktur talud tidak mampu menahan gerusan air sungai sehingga memicu longsor dan berdampak pada bangunan warga,” ujarnya Kepala BPBD Kota Semarang Endro Pudyo Martanto, Kamis (5/2
Material longsoran diperkirakan memiliki dimensi panjang sekitar 30 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 4 meter. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material ditaksir mencapai Rp 200 juta.
“Kami kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen, pendataan, dan dokumentasi kerusakan,” ujarnya.
Sebagai langkah lanjutan, BPBD Kota Semarang memonitor potensi bencana di 177 kelurahan yang tersebar di 16 kecamatan.
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Semarang memicu terjadinya tanah longsor pada talud sungai di wilayah Kecamatan Banyumanik. Peristiwa
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jateng di Google Berita













