Sabtu, 7 Februari 2026 – 17:02 WIB

Jakarta – Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto menegaskan pemulihan pemain menjadi syarat utama jika skuad Garuda ingin mematahkan dominasi Iran di final Piala Asia Futsal 2026.

Baca Juga:

Tanding Malam Ini! Pengakuan Jujur Lindrey Jelang Final Piala Asia Futsal 2026: Sama Sekali Tak Tertekan

Laga final dijadwalkan berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, Sabtu 7 Februari 2026 pukul 19.00 WIB.

Souto menyadari pertandingan tidak akan berjalan mudah. Iran merupakan salah satu kekuatan terbesar futsal Asia dengan rekam jejak prestasi yang sangat dominan sepanjang sejarah turnamen.

Baca Juga:

Final Piala Asia Futsal 2026: Timnas Futsal Indonesia Tantang ‘Raja Terakhir’ Iran

Sejak Piala Asia Futsal digelar pada 1999 hingga 2024, Iran telah mengoleksi 13 gelar juara. Selain itu, mereka juga dua kali finis sebagai runner-up dan dua kali menempati peringkat ketiga. Catatan tersebut menegaskan status Iran sebagai tim paling sukses di kompetisi ini.

Pemain Timnas Futsal Indonesia

Baca Juga:

Indonesia vs Jepang di Semifinal BATC 2026: Kepercayaan Diri Richie Jadi Modal Merah Putih

Meski demikian, Souto memilih fokus membenahi kondisi timnya jelang laga puncak. Ia berharap para pemain bisa segera pulih setelah menjalani pertandingan berat, termasuk semifinal kontra Jepang.

Dalam laga semifinal yang digelar Kamis lalu, Indonesia menang dramatis 5-3 atas Jepang melalui perpanjangan waktu. Pertandingan dengan intensitas tinggi itu membuat kondisi fisik pemain terkuras.

“Harapan saya untuk para pemain adalah mereka bisa pulih dengan baik hari ini,” ujar Hector Souto kepada awak media di Indonesia Arena, Jakarta, Jumat 6 Februari 2026.

Ia menilai, jika Indonesia mampu menjaga intensitas permainan seperti saat menghadapi Jepang, peluang untuk memberi perlawanan sengit terhadap Iran akan terbuka.

“Karena jika kami bisa menampilkan intensitas seperti kemarin, kami akan sangat sulit dikalahkan,” lanjut pelatih asal Spanyol tersebut.

Souto juga mengakui kualitas individu pemain Iran yang dinilainya luar biasa. Ia menyebut sejumlah nama seperti Tayyebi, Abbasi, Moslem Oladghobad, hingga Salar Aghapour sebagai pemain berbahaya.

Namun ia kembali menegaskan fokus utamanya tetap pada kesiapan tim sendiri, terutama dari sisi pemulihan fisik. Iran dinilai memiliki keuntungan waktu istirahat lebih panjang.

“Mereka beristirahat tiga jam lebih lama dari kami, menyelesaikan pertandingan lebih awal, dan tidak bermain hingga extra time. Kami bermain extra time,” kata Souto.

Selain faktor fisik, ia menyoroti kekuatan lain yang dimiliki skuad Garuda, yakni kebersamaan tim. Menurutnya, atmosfer positif di ruang ganti menjadi modal penting jelang final.

Halaman Selanjutnya

“Saya juga melihat atmosfer tim kami sangat bagus. Semua orang dekat satu sama lain, baik staf maupun pemain. Kebersamaan adalah kekuatan kami,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber