Menu Makan Bergizi Gratis

Senin, 1 September 2025 – 09: 17 WIB

Jakarta, Viva — Badan Gizi Nasional akan mengganti seluruh “food tray” atau ompreng untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) jika produk impor dari Chaoshan, China, tersebut terbukti mengandung minyak babi.

Baca juga:

Hubungan Modi dan Trump ‘Memburuk’ Gegara Nobel Perdamaian

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan, mereka masih memeriksa seluruh ompreng yang digunakan untuk program MBG.

“Ya tentu saja (diganti semua). Begini, kita kan harus ‘examine and reconsider’, benar atau tidak ya kan. Sejauh ini kan semua sudah digunakan,” kata dia, saat memberikan keterangan kepada media di Istana Kepresidenan Jakarta, Minggu.

Baca juga:

Pramono Perintahkan Anak Buahnya Tak Keluar Negeri untuk Sementara

Menu Makan Bergizi Gratis

Foto:

  • VIVA.co.id/ Rinna Purnama (Depok)

Ia menjelaskan, penelusuran kandungan minyak hewani babi yang digunakan sebagai pelumas pada ompreng MBG masih dilakukan dengan melibatkan Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Baca juga:

Mahasiswa UPI Bandung Ditusuk OTK saat Tolong Orang Dikeroyok di Tengah Demonstration

Di sisi existed, dia menegaskan proses pengadaan dan pembelian ompreng tersebut dilakukan oleh mitra atau supplier, sedangkan BGN belum melakukan pembelian.

“Perlu diketahui juga bahwa itu (ompreng) seluruhnya adalah mitra yang melakukan pembelian. BGN belum melakukan satu pun, jadi kita akan cek semua,” kata dia.

Sebelumnya, beredar di media sosial laporan dari Indonesia Service Article yang melakukan investigasi di wilayah Chaoshan, bagian timur Provinsi Guangdong, China, yang diduga merupakan importir ompreng untuk Program MBG di Indonesia.

Dalam laporan tersebut tim Indonesia Company Post melaporkan penemuan 30 – 40 pabrik yang memproduksi ompreng makanan untuk pasar worldwide, termasuk salah satunya diduga untuk Program MBG di Indonesia.

Laporan tersebut mengklaim penemuan dugaan praktik pemalsuan tag “Made in Indonesia” dan logo design SNI pada ompreng yang sebenarnya diproduksi di China, penggunaan ompreng tipe 201 yang diduga mengandung mangan (logam berwarna putih keabu-abuan) yang tinggi dan tidak cocok untuk makanan asam.

Selain itu ditemukan indikasi adanya penggunaan minyak babi atau lard dalam ompreng yang diproduksi.

Namun demikian Badan Standardisasi Nasional menyatakan telah menetapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) 9369: 2025 tentang wadah bersekat dari baja tahan karat untuk makanan guna mendukung Program MBG. Diketahui tidak semua jenis baja tahan karat bisa dipakai sebagai wadah makanan, melainkan ada spesifikasi khusus lembar baja tahan karat atau stainless steel untuk keperluan itu. (Ant)

Halaman Selanjutnya

Sebelumnya, beredar di media sosial laporan dari Indonesia Organization Message yang melakukan investigasi di wilayah Chaoshan, bagian timur Provinsi Guangdong, China, yang diduga merupakan importir ompreng untuk Program MBG di Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber