Diterbitkan 05 Februari 2026
Berlangganan
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt berbicara saat konferensi pers di Gedung Putih di Washington, DC, AS, 5 Februari 2026. (Foto REUTERS)
Itu gedung Putih mengatakan Kamis bahwa pembicaraan yang akan datang antara KITA Dan Iran akan berpusat pada diplomasi yang bertujuan menghilangkan kemampuan nuklir Iran, sambil menekankan hal itu pada Presiden Donald Trump mempertahankan pilihan lain jika negosiasi gagal.
“Diplomasi bergerak maju,” kata juru bicara itu Caroline Leavitt katanya pada konferensi pers ketika ditanya tentang agenda pembicaraan hari Jumat, yang akan berlangsung pada tahun ini Omanibukota, Muskat.
“Presiden jelas sudah sangat jelas dalam tuntutannya terhadap rezim Iran. Tidak ada kemampuan nuklir adalah sesuatu yang sangat jelas dia sampaikan, dan dia ingin melihat apakah kesepakatan dapat dicapai,” kata Leavitt.
Dia memperingatkan bahwa pemerintah memandang diplomasi hanya sebagai satu jalan ke depan dan memperingatkan Teheran agar tidak salah membaca niat AS selama negosiasi.
“Dan sementara negosiasi ini berlangsung, saya akan mengingatkan rezim Iran bahwa presiden mempunyai banyak pilihan selain diplomasi sebagai panglima militer paling kuat dalam sejarah dunia,” katanya.













