Jumat, 09 Januari 2026– 21: 20 WIB

Polres Gresik mengungkap aksi kekerasan ruthless yang dilakukan komplotan mobster dalam satu malam di dua lokasi berbeda. Foto: Humas Polres Gresik

jatim.jpnn.com GRESIK – Polres Gresik mengungkap aksi kekerasan brutal yang dilakukan komplotan gangster dalam satu malam di dua lokasi berbeda. Dalam pengungkapan itu, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, sementara lima pelaku lainnya masih diburu.

Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu menjelaskan peristiwa terjadi pada, Minggu dini hari, (4/ 1 Sekitar pukul 01 30 WIB. Sebanyak 20 orang yang mengendarai 12 sepeda motor melakukan konvoi di Jalan Raya Lowayu, Kecamatan Dukun.

Rombongan tersebut membawa senjata tajam berupa celurit panjang yang diseret ke aspal, menimbulkan teror bagi pengguna jalan. Di lokasi pertama, para pelaku mengejar korban bernama Eka Adi Pradana (22 yang sedang berboncengan sepeda electric motor.

“Electric motor korban ditabrak dari belakang hingga terjatuh. Setelah itu, korban dikeroyok oleh sekitar 10 orang,” kata Rovan, Jumat (9/1

Salah satu pelaku berinisial IPN, yang kini masuk daftar pencarian orang (DPO), membacok korban di bagian pinggang kiri sebanyak dua kali menggunakan celurit. Tak berhenti di situ, rombongan pelaku kembali melanjutkan aksi ke Kecamatan Panceng.

Sekitar pukul 01 43 WIB, mereka menyerang korban lain, Ahmad Zaki Syariffudin, yang saat itu hendak masuk ke sebuah warung nasi goreng di Dusun Sono, Desa Ketanen.

“Korban dikeroyok, dilucuti pakaiannya, serta dirampas sejumlah barang berharga,” jelasnya.

Dalam rangkaian aksi tersebut, para pelaku juga merampas ponsel milik korban dan beberapa saksi di sekitar lokasi. Complete kerugian akibat peristiwa itu ditaksir mencapai Rp 10 juta.

Tak terima diejek, gangster di Gresik lakukan penganiayaan dan perampasan di dua lokasi dalam sehari.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google Berita

Tautan Sumber