Kabid Humas PMJ, Kombes Pol Ade Ary

Selasa, 2 September 2025 – 00: 56 WIB

Jakarta, Viva — Gelombang unjuk rasa yang berakhir ricuh di sekitar Gedung DPR/MPR RI sepanjang 25– 31 Agustus 2025, akhirnya dipaparkan detail oleh Polda City Jaya.

Baca juga:

Trial Besar-besaran Disebut Terjadi Buntut Akumulasi Kemarahan Rakyat ke DPR

Dari 1 240 orang yang diamankan, ratusan diantaranya masih anak-anak. Hal itu diungkap Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi.

“Pada 25 Agustus ada 357 orang diamankan, 814 orang pada 28– 29 Agustus, serta 69 orang pada 31 Agustus,” ujarnya, dikutip Selasa, 2 September 2025

Baca juga:

Prabowo: Namanya Menegakkan Hukum, Polisi Kadang Ada yang Khilaf

Kabid Humas PMJ, Kombes Pol Ade Ary

Foto:

  • Viva.co.id/ opponent Tranquility Simbolon

Dari ribuan massa itu, 1 113 orang sudah dipulangkan. Namun, sebagian lainnya masih harus berurusan dengan hukum. Apalagi, hasil tes narkoba word play here bikin kaget. Dimana tercatat 22 orang positif. Mulai dari posotif sabu 14 orang, 3 hashish, dan 5 benzoat. Tak berhenti di situ, polisi juga menerima 9 laporan pidana dan telah menetapkan 10 orang tersangka.

Baca juga:

Prabowo Ungkap Kondisi Korban Demonstration: Operasi Tempurung hingga Ginjalnya Rusak

“Sembilan orang sudah ditahan, sementara satu lainnya masih buron,” kata Ade Ary.

Kerusuhan sendiri meninggalkan jejak kerusakan parah. Halte Transjakarta porak poranda, pagar pembatas jalan hancur, hingga kendaraan dinas Polri dirusak bahkan dibakar. Aparat kepolisian pun jadi korban, luka-luka akibat lemparan batu sampai bom molotov.

Menurut polisi, situasi awalnya tenang karena peserta aksi hanya menyampaikan aspirasi. Namun, kondisi berubah drastis setelah massa diduga disusupi provokator.

Polda City Jaya kini mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terbakar provokasi. Ia pun menitip pesan khusus kepada orang tua.

“Kami minta masyarakat menyampaikan aspirasi dengan damai, tanpa mengganggu ketertiban dan merusak fasilitas umum. Jangan terprovokasi, jauhi narkoba, dan hormati aturan hukum yang berlaku,” kata dia lagi.

Halaman Selanjutnya

Menurut polisi, situasi awalnya tenang karena peserta aksi hanya menyampaikan aspirasi. Namun, kondisi berubah drastis setelah massa diduga disusupi provokator.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber