Kamis, 5 Februari 2026 – 00:10 WIB

Jakarta –Kasus yang melibatkan predator seks Jeffrey Epstein terus menyita perhatian publik dunia. Dalam dokumen terbaru yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada 30 Januari 2026, nama Indonesia turut menjadi sorotan.

Baca Juga:

Polisi Inggris Selidiki Mantan Dubesnya di AS Diduga Bocorkan Rahasia Negara ke Epstein

Bahkan, jika menelusuri Epstein Library di situs resmi tersebut dengan kata kunci “Indonesia”, terdapat sedikitnya 902 dokumen yang memuat kata tersebut. Meski demikian, sebagian besar dokumen tersebut tidak berkaitan langsung dengan substansi kasus Epstein.

Beberapa dokumen tersebut memuat pembahasan mengenai pengiriman barang, invoice, hingga korespondensi email dari sejumlah pihak yang menyatakan ketertarikan untuk bekerja dengan Epstein. Namun, perhatian publik tertuju pada tercantumnya sejumlah nama besar di Indonesia. Sebut saja pengusaha, Hary Tanoesoedibjo (Hary). Dalam laporan CHS, yang merupakan dokumen resmi FBI yang digunakan untuk mencatat informasi yang berasal dari confidential human sources atau sumber informasi rahasia disebut bahwa Hary ialah relasi Trump.

Baca Juga:

Ribuan Dokumen Epstein yang Dirilis Departemen Kehakiman AS Ditarik, Kenapa?

Laporan yang dilabeli

Laporan tersebut diberi label tidak terklasifikasi alias tidak rahasia. Laporan dengan kop surat ‘Federal Berau of Investigation CHS Reporting’ itu tertanggal 19 Oktober 2020 itu disebut bahwa Hary ialah relasi Trump, yang juga seorang miliarder.

Baca Juga:

Pangeran Edward Angkat Bicara Usai Keluarga Kerajaan Disebut dalam Dokumen Epstein

Hary Tanoesoedinbjo (Hary) terlibat dalam pengembangan hotel Trump dan merupakan seorang miliarder. Hary XXXXXX memperkenalkannya kepada CIA Indonesia. Hary xxx berbicara bahasa indonesia. Hary membeli rumahnya di Beverly Hills dari Trump dengan harga yang melambung (NFI). Saat XXXX berada di rumah Hary, ketika Hary xxxx Trump mengatakan kepadanya bahwa dia akan ‘bercinta dengan Amazon’ atas kontrak militer mereka” demikian bunyi dalam file tersebut tertanggal 19 Oktober 2020.

CHS menyatakan bahwa ini adalah kisah kolusi yang nyata – Trump telah dikompromikan oleh Israel, dan Kushner adalah otak sebenarnya di balik organisasi dan kepresidenannya.

“ Hary Tanoesoedibjo (Hary) diketahui pernah terlibat dalam pengembangan hotel-hotel milik Trump dan merupakan seorang miliarder. Hary XXXXX memperkenalkan dia kepada CIA Indonesia. Hary xxx bisa berbahasa Indonesia. Hary membeli rumah Trump di Beverly Hills dengan harga yang sudah dinaikkan (NFI). Pada XXXX, seseorang berada di rumah Hary, ketika Hary xxxx menceritakan bahwa Trump pernah mengatakan kepadanya bahwa ia akan “menghancurkan Amazon” terkait kontrak militer mereka,” demikian terjemahan dari Laporan dengan kop surat ‘Federal Berau of Investigation CHS Reporting’ itu.

Halaman Selanjutnya

CHS menyampaikan bahwa ini merupakan kisah kolusi yang nyata, Trump disebut telah berada dalam posisi terkompromi oleh Israel, dan Jared Kushner dianggap sebagai otak utama di balik organisasinya sekaligus masa kepresidenannya

Tautan Sumber