Sehari setelah gelombang email ancaman bom palsu menargetkan sekolah-sekolah di seluruh Gujarat, enam pengadilan distrik di negara bagian itu dievakuasi pada hari Selasa setelah menerima ancaman serupa, sehingga mendorong tindakan keamanan yang cepat dan pencarian terperinci oleh polisi dan regu penjinak bom, kata para pejabat.

Surat ancaman bom terbaru menargetkan pengadilan distrik di Vadodara, Valsad, Rajkot, Ahmedabad, dan Gandhinagar, menurut The Indian Express. Hal ini memicu evakuasi dan penyisiran keamanan di seluruh gedung peradilan. Pihak berwenang mengatakan sejauh ini tidak ada perangkat mencurigakan yang ditemukan.

Dalam salah satu kasus di pengadilan distrik Vadodara, sebuah email menyatakan bahwa 19 bom telah ditanam di lokasi tersebut dan akan meledak pada tengah hari. Polisi, bersama dengan Kelompok Operasi Khusus (SOG), Pasukan Deteksi dan Pembuangan Bom (BDDS), unit anjing, dan spesialis siber, menutup area tersebut dan melakukan penggeledahan mendetail sebelum menyatakan lokasi tersebut aman.

Tambahkan Zee News sebagai Sumber Pilihan

Hal serupa terjadi di Valsad, pihak berwenang mengevakuasi seluruh 19 ruang sidang setelah ada ancaman bahwa alat peledak rakitan (IED) disembunyikan di dalam gedung. Penyisiran besar-besaran di pengadilan Rajkot, Gandhinagar dan Ahmedabad juga tidak menemukan sesuatu yang mencurigakan, demikian konfirmasi para pejabat.

Pada hari Senin terjadi serentetan email ancaman bom yang menargetkan lembaga-lembaga pendidikan, dan setidaknya 25 sekolah di Ahmedabad dan Vadodara dievakuasi sebelumnya setelah menerima pesan serupa, yang kemudian dinyatakan sebagai tipuan.

Polisi mengatakan penyelidikan sedang dilakukan untuk menelusuri asal usul ancaman dan mengidentifikasi siapa yang bertanggung jawab.

Tautan Sumber