Rabu, 4 Februari 2026 – 10:16 WIB

Jakarta – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menilai parliamentary threshold atau ambang batas parlemen masih dibutuhkan.

Baca Juga:

Kepala BNPB Curhat Anggaran Pencegahan Bencana Minim, Upayakan Pinjaman Luar Negeri

“Ya, PKB pada prinsipnya masih yakin dibutuhkan ambang batas,” kata Cak Imin kepada wartawan di kawasan Jakarta Pusat, Rabu, 4 Februari 2026.

Menurutnya, jika ambang batas parlemen dihapus makan DPR RI akan menjadi hiruk pikuk.

Baca Juga:

Ibas Buka Rapat Pleno Komisi Kajian Ketatanegaraan, Bahas Reformasi Polri hingga PPHN

“Karena apa? Tanpa ambang batas menjadi terlalu hiruk pikuk ya. Karena seleksi alam toh nanti ujungnya yang terpilih juga yang yang bisa membuktikan kepada masyarakat,” tutur dia.

Cak Imin menjelaskan, ambang batas parlemen dibutuhkan agar Pemilu berjalan lebih efisien. Di samping itu, kehadiran ambang batas parlemen juga dinilai dapat memotivasi partai politik (parpol).

Baca Juga:

Lantik DPW PKB se-Indonesia, Cak Imin Ingatkan Kader Tak Cuma Kejar Kekuasaan

“Nah, daripada multipartai yang sangat besar dan hasilnya sama saja, diulang lagi, diulang lagi kan berkali-kali pemilu hasilnya sama saja, maka parliamentary threshold itu lebih bersifat tidak mengulangi dari berbagai pelaksanaan pemilu-pemilu sebelumnya. Ujung-ujungnya ini-ini lagi yang menang, ujung-ujungnya ini-ini lagi yang menang. Karena itu ada parliamentary threshold supaya memotivasi kita semua,” pungkas Cak Imin.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Amanat Nasional (PAN), Eddy Soeparno mengusulkan agar parlementary threshold atau ambang batas parlemen dihapus.

Wakil Ketua MPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum PAN, Eddy Soeparno di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Eddy menilai, ambang batas parlemen 4 persen berpotensi menghilangkan jutaan suara pemilih partai yang gagal melenggang ke Senayan. Suara tersebut kata Eddy tidak bisa ditampung oleh DPR RI.

“Ya kita termasuk du antara partai yang dari dulu memang menginginkan adanya penghapusan ambang batas, baik itu pilpres maupun untuk pemilihan legislatif, ya,” ucap Eddy kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 29 Januari 2026.

“Karena kita melihat dengan adanya ambang batas ini, ada jutaan pemilih yang kemudian tidak bisa ditampung aspirasinya di DPR karena partainya tidak lolos, dan itu jumlahnya tidak kecil, belasan juta,” sambungnya.

Eddy pun berharap ambang batas parlemen bisa dihapuskan atau diimplementasikan sesuai dengan ketentuan di DPRD provinsi atau kabupaten/kota.

“Pandangan kami dengan pertimbangan hanya itu saja. Banyak suara aspirasi dari masyarakat yang terbuang dan itu jumlahnya belasan juta dan itu terjadi dalam beberapa pemilu ke belakang ini,” tutur Eddy.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin

Cak Imin Boyong Kader PKB Temui Prabowo di Istana

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memboyong kader partainya menemui Presiden RI Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

img_title

VIVA.co.id

4 Februari 2026

Tautan Sumber