Kamis, 29 Januari 2026 – 19:00 WIB
VIVA – Keputihan adalah hal yang umum dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alami vagina, sekaligus mencegah infeksi dengan membantu menjaga jaringan tetap sehat. Meski keputihan tergolong normal, perubahan pada warna, bau, tekstur, atau jumlahnya bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan tertentu.
Baca Juga:
India Klaim Penanganan Virus Nipah Terkendali, Hanya Dua Kasus Terkonfirmasi
Untuk memahami bagaimana perubahan tidak normal pada keputihan dapat muncul, dokter spesialis onkologi radiasi sekaligus pemimpin klinis bedah radiofungsional di HCG Hospitals, Dr. Lohith Reddy menjelaskan arti perubahan pada warna, bau, tekstur, dan volume keputihan.
“Sebagai dokter onkologi radiasi, saya sering menangani perempuan yang didiagnosis kanker serviks pada tahap ketika tanda peringatannya sebenarnya sudah ada, tetapi diabaikan. Salah satu gejala yang paling sering muncul namun kerap diremehkan adalah keputihan yang tidak biasa atau berlangsung terus-menerus,” kata dia dikutip dari laman Waktu HindustanKamis 29 Januari 2026.
Baca Juga:
Rusia Klaim Obat Radiopharmasi ‘Rakurs’ Buatannya Ampuh Obati Kanker
Hal ini menunjukkan pentingnya memberi perhatian pada sesuatu yang selama ini dianggap normal. Reddy mengingatkan bahwa meskipun keputihan wajar terjadi saat siklus menstruasi, kehamilan, atau perubahan hormon, perubahan yang menetap pada warna, bau, tekstur, atau jumlahnya tidak boleh diabaikan.
Warna keputihan
Baca Juga:
Imunoterapi Jadi Harapan Baru bagi Pasien Kanker Saluran Cerna di Asia
Salah satu tanda awal adanya perubahan adalah warna keputihan. Warna tertentu bisa mengarah pada kondisi serius dan sebaiknya tidak dianggap sepele.
“Keputihan normal biasanya bening atau keputih-putihan. Namun, keputihan yang bercampur darah, berwarna merah muda, cokelat, atau cairan bening yang mengandung darah di luar masa haid perlu diwaspadai,” kata dia.
Infeksi
Keputihan sering kali menjadi tanda paling awal adanya infeksi. Reddy menekankan bahwa perubahan warna bisa menjadi petunjuk penting.
“Keputihan berwarna kuning, hijau, atau abu-abu umumnya menandakan infeksi. Jika berlangsung lama atau tidak membaik dengan pengobatan biasa, kondisi leher rahim perlu diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.
Kanker serviks
Pada kondisi serius seperti kanker serviks, perubahan keputihan juga bisa menjadi gejala awal. Reddy menjelaskan bahwa keputihan akibat kanker serviks sering berupa cairan encer yang bercampur darah, terutama setelah berhubungan intim, di luar masa haid, atau setelah menopause.











