Sabtu, 10 Januari 2026 – 00:01 WIB

Jakarta – Pemerintah Provinsi (Pempro) DKI Jakarta akan membangun kembali jembatan penyeberangan orang (JPO) di Sarinah, Jakarta Pusat karena masih sangat diperlukan, khususnya untuk kaum disabilitas.

Baca Juga:

Pramono Minta Penjualan Tiket Planetarium Tak Hanya Online: 50 Persen Dijual Langsung

“Jadi, JPO Sarinah dalam kajian. Ini memang diperlukan terutama untuk difabel. Itu salah satu alasan, kemudian kenapa diadakan,” kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo di Jakarta Jakarta Selatan, Jumat.

Pramono menilai, JPO tersebut masih dibutuhkan oleh kaum disabilitas untuk membantu mereka menyeberangi jalan dengan aman.

Baca Juga:

Pramono Bantah Ada Calo Tiket Planetarium

Kendati demikian, Pramono mengaku memahami adanya pro kontra yang terjadi jika JPO tersebut diaktivasi kembali.

Salah satu komentar yakni dari kelompok pejalan kaki yang ingin penyeberangan tetap dilakukan di permukaan jalan melalui “pelican crossing”.

Baca Juga:

Manajemen Pastikan Operasional Sarinah Tetap Berjalan Normal usai Kebakaran

Pelican crossing adalah fasilitas penyeberangan jalan untuk pejalan kaki yang dilengkapi lampu lalu lintas dan tombol khusus.

Menanggapi hal itu, Pramono memastikan fasilitas itu tidak akan ditutup sehingga warga tetap bisa menyeberang di bawah, sementara JPO disediakan sebagai pilihan lain.

“Memang saya juga sudah membaca pro dan kontra masyarakat. Jalan setapak di bawah tetap terbuka, lalu yang di atas sebagai alternatif pilihan. Jadi tetap tidak ada yang ditutup,” kata Pramono.

Pramono menyebut keputusan terkait JPO Sarinah sebenarnya sudah dibahas sejak era gubernur sebelumnya.

Namun sebagai pemimpin Jakarta, Pramono mengatakan dirinya bertanggung jawab untuk hal itu.

“Urusan Sarinah terus terang keputusannya sebenarnya sudah dulu tetapi saya sebagai Gubernur sekarang, saya bertanggung jawab untuk itu,” kata Pramono.

JPO Sarinah merupakan JPO pertama di Jakarta. Pada 2022, JPO ini dibongkar dan ditutup pada masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Saat itu, penutupan dilakukan dengan alasan penataan kota dan estetika, agar pandangan ke arah Patung Selamat Datang serta gedung-gedung bersejarah tidak terhalang.

Sebagai gantinya, Pemprov DKI menerapkan “pelican crossing” yang dinilai lebih ramah bagi difabel, lansia dan ibu hamil.

Kini, Pemprov DKI Jakarta kembali mengkaji keberadaan JPO Sarinah dengan mempertimbangkan keselamatan dan kebutuhan semua pengguna jalan. (Ant)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota DKI Jakarta

Pemprov Jakarta Kumpulkan Rp 3,1 Miliar Donasi Masyarakat untuk Korban Bencana di Sumatera saat Malam Tahun Baru

Malam pergantian tahun kali ini dirayakan Pemprov DKI dengan cara berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

img_title

VIVA.co.id

1 Januari 2026

Tautan Sumber