Jumat, 9 Januari 2026 – 17:02 WIB

Kopenhagen, VIVA – Denmark berupaya meyakinkan para penasihat Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Greenland tidak ingin dibeli oleh AS, dan mereka tidak memiliki kepentingan untuk menjual wilayah tersebut.

Baca Juga:

Airlangga Sebut Klaim Trump soal Minyak Venezuela Tak Berdampak Global, Ini Penjelasannya

Pada Kamis, 8 Januari 2026, Pers Terkait melaporkan bahwa para penasihat Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan dengan perwakilan Denmark dan Greenland di Gedung Putih. Pertemuan tersebut digelar terkait pernyataan AS mengenai kemungkinan mengambil alih kendali atas Greenland.

Politik yang mengutip seorang diplomat Uni Eropa, melaporkan bahwa sebagian besar diplomasi berlangsung secara tertutup. Duta Besar Denmark untuk AS, Jesper Moller Sorensen, bersama perwakilan Greenland di Washington, Jacob Isbosethsen, disebut terlibat dalam perdebatan sengit dengan para anggota parlemen di Capitol Hill.

Baca Juga:

Trump Ancam Serang Iran Jika Bunuh Pendemo

Kedua utusan itu disebut berupaya meyakinkan sebanyak mungkin anggota parlemen bahwa Greenland tidak ingin dibeli oleh AS dan Denmark tidak tertarik pada kesepakatan semacam itu.

Pejabat Denmark dijadwalkan menggelar pertemuan resmi dan memberikan pembaruan terkait isu tersebut dalam pertemuan para duta besar Uni Eropa pada Jumat, kata dua diplomat Eropa kepada Politico.

Baca Juga:

Trump: AS Dapat Triliunan Dolar dari Penjualan Minyak Venezuela

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Rabu, 7 Januari 2025, mengatakan berencana bertemu dengan otoritas Denmark pekan depan untuk membahas situasi seputar Greenland.

Trump telah berulang kali menyatakan bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari AS, dengan alasan kepentingan strategis bagi keamanan nasional dan pertahanan “dunia bebas”, termasuk dari China dan Rusia.

Menanggapi pernyataan Trump tersebut, mantan Perdana Menteri Greenland Mute Egede menegaskan bahwa pulau tersebut tidak untuk dijual.

Sebelumnya pada 3 Januari, Trump mengatakan kepada majalah The Atlantic bahwa AS “sangat membutuhkan” Greenland, dengan klaim pulau itu “dikelilingi oleh kapal Rusia dan China.”

Senada, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen kemudian mendesak Trump untuk menghentikan ancaman aneksasi terhadap Greenland.

Adapun pada 4 Januari, Katie Miller, istri Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, mengunggah gambar peta Greenland berwarna bendera AS di platform X dengan keterangan “SEGERA.”

Menanggapi hal tersebut, Sorensen mengatakan Kopenhagen mengharapkan penghormatan terhadap keutuhan wilayah kerajaan Denmark, sementara pejabat Greenland menyebut unggahan itu tidak menghormati kedaulatan Greenland.

Halaman Selanjutnya

Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953. Pulai itu tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark setelah memperoleh otonomi pada 2009, dengan kewenangan untuk mengatur diri sendiri dan menentukan kebijakan domestik. (ant)

Tautan Sumber