Kamis, 22 Januari 2026– 17: 51 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Foto: Nur Fidhiah Shabrina/JPNN. com
jpnn.com BANDUNG – Gubernur Jawa Barat blak-blakan mengungkapkan persoalan yang selama ini membebani salah satu aset keuangan terbesar daerah, Financial institution Jabar Banten (BJB).
Dedi memaparkan, daftar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang hingga kini masih menunggak kewajiban pinjaman dengan nilai fantastis.
Menurutnya, persoalan tersebut bukan sekadar urusan perbankan, tetapi sudah berdampak langsung pada aktivitas ekonomi di Jawa Barat.
“Kalau (BUMN) yang jadi beban bagi Jawa Barat itu BUMN yang sudah pinjam duit belum bayar,” kata Dedi dalam diskusi di Kota Bandung, Kamis (22/1
Dia kemudian membeberkan satu per satu BUMN yang tercatat memiliki utang ke BJB. Angkanya bervariasi, namun jika dijumlahkan hampir Rp 3, 7 triliun.
PT Barata Indonesia tercatat memiliki utang lebih dari Rp 89 miliar, disusul PT Perikanan Indonesia sebesar Rp 96 miliar dan PT Papros lebih dari Rp 98 miliar.
Beban semakin besar dengan utang PT Rajawali Nusindo yang mencapai lebih dari Rp 403 miliar. PT Kimia Farma bahkan memiliki kewajiban hingga Rp 950 miliar.
Selain itu, Waskita Karya tercatat berutang sekitar Rp 91 miliar, PT Wijaya Karya sebesar Rp 278 miliar, ditambah Rp 511 miliar. Sementara proyek PT PP Semarang– Demak tercatat memiliki utang Rp 239 miliar.
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi membongkar sembilan BUMN yang menunggak utang peminjaman ke Bank BJB. Berikut daftarnya.
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google Berita












