Kamis, 22 Januari 2026 – 20: 00 WIB

Jakarta — Lonjakan utang negara-negara kembali menjadi perhatian dunia di tengah kondisi ekonomi global yang belum sepenuhnya stabil. Tekanan geopolitik, kenaikan suku bunga, serta kebutuhan belanja yang tinggi membuat banyak negara menambah pembiayaan melalui utang.

Baca Juga:

BRI Raih Penghargaan pada Puncak Hari Desa Nasional 2026, Konsisten Dorong Kemajuan Ekonomi Desa

Situasi ini mendorong total utang publik worldwide naik ke degree yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Berdasarkan information terbaru International Monetary Fund atau IMF, total utang pemerintah dunia pada 2025 telah melampaui US$ 110, 9 triliun atau setara Rp 1 874 210 triliun. Negara-negara dengan perekonomian besar menyumbang porsi terbesar dari total tersebut.

Baca Juga:

Purbaya Bantah Pelemahan Rupiah Imbas Pergantian Deputi Gubernur BI

Mengacu pada Globe Economic Overview IMF edisi Oktober 2025 dan information Kapitalis Visual berikut 10 negara dengan utang pemerintah terbesar di dunia, sebagaimana dirangkum pada Kamis, 22 Januari 2026

1 Amerika Serikat

Baca Juga:

Manulife Investment Administration Yakin Prospek Global 2026 dan Peluang Asia Bakal Lebih Jelas

Ilustrasi Ekonomi Amerika Serikat

Ilustrasi Ekonomi Amerika Serikat

Amerika Serikat masih menjadi peminjam terbesar dunia dengan total utang pemerintah mencapai US$ 38, 27 triliun atau setara Rp 646 763 triliun. Angka ini mencakup lebih dari sepertiga complete utang publik global.

Sepanjang tahun lalu saja, pemerintah AS menambah utang sekitar US$ 2, 9 triliun atau setara Rp 49 010 triliun, dipicu oleh defisit fiskal berkelanjutan, kenaikan pembayaran bunga, serta kewajiban belanja jangka panjang.

Meski demikian, status dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia membuat negara ini tetap bisa berutang dengan biaya relatif rendah.

2 Cina

China menempati posisi kedua dengan utang pemerintah sekitar US$ 18, 68 triliun atau setara Rp 315 692 triliun. Walaupun masih jauh di bawah Amerika Serikat, pertumbuhan utang China tergolong paling cepat pada 2025, mencapai 13, 6 persen secara tahunan.

Sekitar US$ 2, 2 triliun atau setara Rp 37 180 triliun ditambahkan dalam setahun terakhir, didorong oleh investasi yang dipimpin negara, kebutuhan pendanaan pemerintah daerah, serta upaya stabilisasi ekonomi.

3 Jepang

Jepang mencatatkan utang pemerintah sebesar US$ 9, 83 triliun atau setara Rp 166 127 triliun. Tingginya utang ini mencerminkan defisit anggaran kronis, tantangan demografi akibat populasi menua, serta stimulus fiskal jangka panjang yang terus berlanjut.

4 Inggris

Inggris memiliki utang publik sekitar US$ 4, 09 triliun atau setara Rp 69 121 triliun. Beban utang negara ini meningkat secara bertahap akibat belanja fiskal besar, terutama selama pandemi, yang dampaknya masih terasa hingga kini.

Halaman Selanjutnya

5 Prancis

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber