Senin, 12 Januari 2026 – 23:00 WIB

Jakarta –  Film horor Penunggu Rumah: Buto Ijo siap menyapa penonton Indonesia pada awal 2026 dengan pendekatan cerita yang berbeda dari horor lokal kebanyakan. Terinspirasi dari legenda Timun Mas, film ini menawarkan interpretasi baru yang lebih gelap dan modern, di tengah dominasi film horor bertema spiritual dan klenik yang selama ini mendominasi layar lebar.

Baca Juga:

Celine Evangelista Alami Teror Mencekam di Penunggu Rumah: Buto Ijo

Diproduksi oleh Creator Media bersama Maxstream Studios, Seru Juga Film Studio, dan Vibe, film ini dijadwalkan tayang serentak di jaringan bioskop Indonesia mulai 15 Januari 2026. Sebelum rilis resmi, tim produksi juga menyiapkan pemutaran spesial pada 10 dan 11 Januari 2026 di sejumlah kota. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Gandhi Fernando, yang terlibat sebagai produser, penulis, sekaligus pemain, menegaskan bahwa sejak awal ia ingin menghadirkan warna baru dalam horor Indonesia. Ia melihat legenda Timun Mas dan sosok Buto Ijo sebagai cerita yang sangat lekat dengan ingatan kolektif masyarakat.

Baca Juga:

Michelle Ziudith Akhirnya Main Film Horor, Alas Roban Jadi Debut Paling Menantang

“Kita semua pasti tau kisah Timun Mas dan Buto Ijo yang legend sekali. Waktu kecil kita membaca atau sekadar didongengkan. Nah film ini mengemas cerita tersebut dalam versi horor modern yang lebih mencekam dan kelam, tapi tetap ruh cerita Timun Mas-nya tidak menghilang. Tentu ini belum pernah diangkat di film-film Indonesia sebelumnya,” jelas Gandhi, dalam keterangannya, dikutip Senin 12 Januari 2026.

Melalui pendekatan tersebut, Penunggu Rumah: Buto Ijo tidak sekadar menghadirkan nostalgia, tetapi juga memperluas makna folklor Jawa ke dalam konteks horor yang relevan dengan penonton masa kini.

Baca Juga:

Film Horor RIBA Siap Tayang 4 Desember 2025, Angkat Kisah Nyata Pesugihan yang Sempat Viral

Disutradarai oleh Achmad Romie, film ini memadukan teror supranatural dengan konflik emosional dalam lingkup keluarga. Cerita berfokus pada Srini (Celine Evangelista), seorang janda yang hidup bersama anak perempuannya. Kehidupan Srini mulai terusik ketika teror misterius muncul menjelang ulang tahun ke-6 sang anak.

Rangkaian gangguan tersebut mendorong Srini untuk kembali menghubungi Ali (Gandhi Fernando), mantan kekasihnya yang kini dikenal sebagai konten kreator horor uji nyali. Bersama adiknya, Lana (Valerie Thomas), Ali awalnya menganggap kejadian yang mereka hadapi sebagai materi konten. Namun situasi berubah drastis ketika sosok Buto Ijo mulai menampakkan diri dan menghadirkan ancaman nyata.

Halaman Selanjutnya

Seiring cerita berkembang, teror dalam film ini tidak hanya hadir secara fisik. Lapisan demi lapisan rahasia kelam yang tersembunyi di dalam rumah perlahan terbuka. Sosok Buto Ijo tampil bukan semata sebagai makhluk menyeramkan, melainkan juga simbol dari pilihan, janji, dan konsekuensi yang sering diabaikan manusia.

Tautan Sumber