Jumat, 9 Januari 2026 – 17: 15 WIB

Jakarta — Emiten induk pertambangan Grup Bakrie, PT Bumi Resources Tbk (BUMI), resmi menjadi pengendali utama perusahaan tambang emas dan mineral asal Australia, Jubilee Metals Limited (JML).

Baca Juga:

Microsoft Akuisisi Osmos, Perkuat Dominasi Bisnis AI dan Information

Bumi Resources melakukan transaksi pengambil bagian atas 3 312 632 saham baru yang diterbitkan oleh JML. Nilai transaksi ini mencapai AUD 31 470 004 atau setara Rp 346, 9 miliar.

Penyelesaian transaksi ini merupakan rangkaian dari rencana akuisisi JML oleh Bumi Resources. Dengan rampungnya pengambilalihan tersebut, perseroan menggenggam kepemilikan 5 734 770 saham JML atau setara dengan 64, 98 persen.

Baca Juga:

Penyelidikan Anti-dumping Disetop, Mendag: Baja RI Bisa Diekspor Lagi ke Australia

Direktur BUMI, R.A. Sri Dharmayanti, menyampaikan aksi korporasi ini sejalan dengan agenda transformasi bisnis yang tengah dijalankan perseroan. Perseroan berencana untuk mendiversikasi portofolio, khususnya di luar sektor batubara yang selama ini menjadi tulang punggung utama.

Baca Juga:

Rampung! Emiten Petrokimia Prajogo Pangestu Caplok Jaringan SPBU Esso di Singapura

“Transaksi ini merupakan langkah strategis yang sejalan dengan rencana transformasi Perseroan dan bagian dari program diversifikasi usaha Perseroan di luar sektor batubara,” tegas Sri Dharmayanti dikutip dari keterbukaan informasi pada Jumat, 9 Januari 2026

Ia menambahkan, akuisisi JML akan memberikan dampak positif terhadap operasional BUMI. Selain memperkuat struktur bisnis, transaksi ini juga diharapkan mampu menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham perseroan.

“Transaksi ini akan memberikan dampak positif terhadap kegiatan usaha yang dijalankan oleh Perseroan serta memberikan nilai tambah bagi pemegang saham Perseroan,” pungkas Sri Dharmayanti.

Gedung Opera Sydney

Bursa Asia Bergejolak Jelang Pengumuman Inflasi Australia, Financier Abaikan Konflik AS dan Venezuela

Bursa Asia dibuka bergejolak pada perdagangan hari ini, Rabu, 7 Januari 2026 Capitalist menantikan data inflasi Australia dan cuek atas konflik antara AS dan Venezuela.

img_title

VIVA.co.id

7 Januari 2026

Tautan Sumber