Jumat, 12 September 2025 – 14: 00 WIB
Jakarta, Viva — Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menargetkan proses penggabungan alias merger tiga anak usaha Pertamina akan rampung di akhir 2025 mendatang.
Baca juga:
Airlangga Targetkan Total amount Transaksi di Harbolnas 2025 Tembus Rp 35 Triliun
Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta pada Kamis, 11 September 2025 kemarin, Simon menjelaskan bahwa ketiga anak usaha tersebut yakni Kilang Pertamina Internasional (KPI), Pertamina International Shipping (PIS) dan Pertamina Patra Niaga (PPN).
“Kami menargetkan (penggabungan tiga anak usaha Pertamina) akan selesai pada akhir tahun 2025 ini,” kata Simon, dikutip Jumat, 12 September 2025
Baca juga:
Selain Merging, Aliansi Strategis Bisa Jadi Solusi Penguatan Maskapai Penerbangan Nasional
Dirut Pertamina menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia
Dia menegaskan, langkah penggabungan ketiga anak usaha yang tengah menjadi prioritas utama Pertamina saat ini, merupakan upaya untuk meningkatkan efektivitas operasional perusahaan yang selaras dengan arahan dari Danantara.
Baca juga:
Get Hold Of Indonesia Tepis Kabar Mau Merging dengan GoTo
Pada kesempatan lain, Simon juga sempat menjelaskan bahwa saat ini kondisi ketidakpastian worldwide di dunia juga telah menyebabkan penurunan keuntungan di kinerja keuangan Pertamina.
Penyebabnya antara lain seperti turunnya permintaan minyak, sementara produksi kilang semakin meningkat karena banyaknya kilang baru. “Dengan kondisi yang kurang menguntungkan bagi kami, kilang ini marginnya semakin kecil,” ujar Simon.
Dia menambahkan, berkurangnya margin keuntungan yang diperoleh Kilang Pertamina Internasional, nyatanya juga telah berpengaruh secara menyeluruh pada kinerja keuangan Pertamina.
Karena itu, supaya ke depannya bisa beroperasi lebih efektif, Simon menegaskan bahwa pihaknya akhirnya memutuskan untuk menggabungkan ketiga anak usahanya tersebut.
“Nanti akan digabungkan. Mungkin bisa saja (penggabungan dengan nama baru). Bisa saja (namanya) jadi Patra Kilang Shipping,” ujarnya.
Halaman Selanjutnya
Dia menambahkan, berkurangnya margin keuntungan yang diperoleh Kilang Pertamina Internasional, nyatanya juga telah berpengaruh secara menyeluruh pada kinerja keuangan Pertamina.










