Selasa, 2 Desember 2025 – 19:22 WIB
Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan sejumlah kendaraan roda empat mulai dapat melewati jalur Sumatera Utara ke Kuala Simpang, Aceh Tamiang dengan kecepatan terbatas, menyusul upaya pembukaan jalur sebagai respons bencana banjir dan longsor.
Baca Juga:
Kabasarnas: Tidak Ada Istilah Daerah Terisolasi Imbas Banjir Bandang Aceh-Sumatera
“Targetnya besok pagi, jalur tersebut sudah dapat dilalui 100 persen. Pekerjaan hari ini tinggal menyingkirkan beberapa material yang masih menumpuk di pinggir jalan,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Selasa.
Satgas Bencana Kodam Bukit Barisan evakuasi korban banjir Tapanuli Selatan
Baca Juga:
Korban Tewas Bencana di Sumatera Tembus 744 Orang, 551 Masih Hilang
Dia menyebutkan menurut pantauan tim dari BNPB pada Selasa, sejumlah alat berat Dinas Pekerjaan Umum terus berusaha menyingkirkan material berupa tanah, lumpur dan puing lainnya yang sebelumnya menutup akses.
Sementara itu, pihaknya telah mengirim tim pendampingan di seluruh titik kabupaten dan kota yang terdampak dan dipimpin langsung oleh Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Deputi 4 BNPB), Jarwansyah.
Baca Juga:
Bantuan Darurat Disalurkan ke Desa Terisolir Aceh, Jalan Rusak Jadi Tantangan Utama
“Pendampingan ini meliputi pendistribusian logistik dan peralatan secara bertahap, baik melalui jalur laut dan udara, pemutakhiran data dan informasi, sistem komando dan hal lain yang dibutuhkan selama fase penanganan darurat.” kata Abdul.
Untuk distribusi bantuan jalur laut, katanya, dukungan ini dikirimkan dari Banda Aceh menuju Langsa, sebagai pintu masuk dengan durasi kurang lebih dua hari.
Adapun bantuan logistik sudah berada di kantor Dinas Sosial Langsa untuk Kota Langsa, sedangkan Aceh Tamiang sudah dalam perjalanan. Hari ini juga bantuan akan didistribusikan.
Sementara jalur udara untuk Aceh Tamiang, Deputi 4 BNPB telah memerintahkan helikopter untuk mengirimkan dukungan dengan metode air drop di beberapa titik, seperti lapangan Dekat Babo dan Perupuk, Kecamatan Bandar Pusaka.
Adapun jenis dan kuantitas barang yang dikirim dalam tahap ini meliputi makanan siap saji 100 pak, hygiene kit 100 buah, paket sembako 50 pak, selimut 100 lembar, matras 100 lembar, alat kebersihan 25 buah.
Dengan terbukanya akses dari Medan menuju Aceh Tamiang, Langsa, hingga Lhoksumawe, diharapkan membawa dampak yang lebih baik bagi masyarakat dan seluruh komponen yang bertugas di lapangan selama tanggap darurat hingga pemulihan nanti.
Halaman Selanjutnya
Source : ANTARA/HO-Diskominfo Agam













