Kamis, 15 Januari 2026 – 22: 30 WIB

Jakarta — Masyarakat Indonesia yang berencana memanfaatkan long weekend pertengahan Januari 2026 diimbau untuk lebih berhati-hati. Potensi hujan lebat hingga ekstrem diprakirakan masih mendominasi kondisi cuaca nasional, seiring aktifnya berbagai dinamika atmosfer yang memengaruhi wilayah Indonesia.

Baca Juga:

Waspada Hujan Petir dan Angin Kencang di Daerah Ini

Situasi ini penting menjadi perhatian, terutama bagi masyarakat yang hendak melakukan perjalanan, aktivitas wisata, maupun kegiatan luar ruang selama akhir pekan panjang.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam prospek cuaca mingguan periode 16– 22 Januari 2026 menegaskan bahwa periode long weekend 16– 18 Januari 2026 berpotensi diwarnai cuaca kurang bersahabat.

Baca Juga:

Antisipasi Banjir, Pemprov DKI Bakal Modifikasi Cuaca Selama 5 Hari

Beberapa wilayah diprakirakan mengalami hujan sedang hingga sangat lebat, disertai angin kencang dan petir, sehingga meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan gangguan transportasi. Dalam beberapa hari terakhir menjelang vacation, intensitas hujan di sejumlah daerah sudah menunjukkan peningkatan signifikan.

“Dalam beberapa hari terakhir, BMKG mencatat kejadian hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di sebagian besar wilayah Indonesia. Sementara itu, terdapat hujan dengan intensitas lebat hingga ekstrem tercatat di Jawa Tengah (188 4 mm/hari), Banten (90 2 mm/hari), Jawa Barat (890 mm/hari), Sumatera Selatan (50 6 mm/hari),” demikian dikutip dari situs BMKG, Kamis, 15 Januari 2026

Baca Juga:

BMKG: Hari Ini Seluruh Wilayah Jakarta Berpotensi Hujan Petir

Kondisi tersebut menjadi indikasi awal bahwa atmosfer masih sangat mendukung pembentukan awan hujan intensif. BMKG menjelaskan bahwa hujan lebat tersebut dipicu oleh kombinasi beberapa faktor, terutama keberadaan sirkulasi siklonik dan penguatan monsun dingin Asia.

Salah satu faktor utama adalah sirkulasi siklonik di selatan Nusa Tenggara Barat yang telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 96 S. Selain itu, monsun Asia yang aktif membawa suplai udara lembap dari Laut Cina Selatan menuju Selat Karimata hingga Pulau Jawa. Interaksi kedua sistem ini membentuk daerah konvergensi luas di wilayah selatan Indonesia, termasuk Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat.

Menjelang dan selama long weekend, dinamika atmosfer global dan local juga masih berperan kuat. “Dalam sepekan ke depan, BMKG memprakirakan pengaruh dinamika atmosfer pada skala international, local, dan lokal masih signifikan terhadap kondisi cuaca di Indonesia. Pada skala global, El Niño– Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif yang mengindikasikan La Niña lemah.”

Halaman Selanjutnya

Kondisi ini mendukung peningkatan pasokan uap air yang memperkuat potensi hujan. Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sebagian perairan Indonesia turut menambah kandungan uap air di atmosfer. Aktivitas Madden– Julian Oscillation (MJO) juga diprakirakan aktif di sejumlah wilayah timur Indonesia, yang berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber