Selasa, 11 November 2025 – 18: 16 WIB

Jakarta — Polisi mengungkap information mengejutkan dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara.

Baca Juga:

Siswa Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Ternyata Tertutup dan Jarang Bergaul

Dari hasil penyelidikan, pelaku berinisial F, yang juga merupakan siswa aktif di sekolah tersebut, ternyata menyiapkan tujuh bom rakitan dengan berbagai bentuk dan mekanisme berbeda.

“Jadi dari tujuh (bom), empat meledak tiga masih aktif,” ujar Dansat (Komandan Satuan) Brimob Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Henik Maryanto, Selasa, 11 November 2025

Baca Juga:

Polisi Ungkap Nasib Siswa Pelaku Peledakan di SMAN 72 Jakarta, Sekarang Statusnya …

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto (kiri)

Dansat Brimob Polda City Jaya, Kombes Pol Henik Maryanto (kiri)

Henik menjelaskan, bom-bom tersebut dibuat dengan bahan sederhana. Di lokasi masjid sekolah, dua bom diketahui meledak menggunakan sistem kendali jarak jauh berbasis baterai enam volt, dengan wadah berupa jerigen plastik berukuran satu litre.

Baca Juga:

Ledakan Dahsyat di New Delhi Diduga Terkait Kelompok Teroris Pakistan JeM

“Rangkaian bom aktif dengan menggunakan remot hal tersebut sesuai dengan temuan baterai untuk receiver dan itu ada kesesuaian dengan power yang berdaya 6 volt,” katanya.

Ledakan dari jenis reduced explosive itu menimbulkan tekanan suara (overpressure) yang cukup kuat hingga membuat banyak korban mengalami gangguan pendengaran. Selain itu, sejumlah korban juga mengalami luka akibat paku yang menjadi proyektil dari bom tersebut.

Masih di lingkungan sekolah yang sama, tepatnya di location bank sampah, petugas menemukan empat bom tambahan. Dua diantaranya meledak, dengan wadah berupa kaleng Coca-Cola, sementara dua lainnya gagal meledak.

Satu bom lainnya ditemukan di taman baca sekolah, terbungkus pipa berisi paku dan belum sempat diledakkan. Bom di lokasi ini menggunakan mekanisme sumbu api yang dinyalakan langsung oleh pelaku.

“Dapat kami simpulkan aktivasi bom memakai sumbu api. Dan di taman baca ditemukan bom masih aktif, Dan di financial institution sampah ada dua sudah meledak dan masih aktif sudah kita amankan,” kata dia.

“Ditemukan sumbu bakar, kondisi sudah meledak tapi tidak sempurna. Dan kesesuaian terduga ada luka bakar di tubuhnya,” ujar Henik lagi.

Sebagai informasi, kejadian ledakan terjadi di SMAN 72 Jakarta saat melaksanakan shalat Jumat. Akibat kejadian ini, puluhan siswa harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.

Halaman Selanjutnya

Berdasarkan informasi dari Direktur Utama Rumah Sakit Islam Cempaka Putih, dr. Pradono Handojo pada Sabtu kemarin, sebagian besar korban mengalami gangguan pendengaran akibat tekanan ledakan yang cukup kuat.

Halaman Selanjutnya

Tautan Sumber