Kamis, 22 Januari 2026 – 00:03 WIB

Jakarta, VIVA- Jakarta bukan kota yang ramah untuk mobil besar. Macet, jalan sempit, parkiran terbatas, semua itu justru jadi panggung yang pas buat Changan Lumin. Ya mobil listrik mungil itu diuji langsung di jalanan Jakarta, memberi gambaran jelas bagaimana kendaraan ini digunakan untuk aktivitas harian di tengah lalu lintas padat.

Baca Juga:

Penjualan Mobil Listrik Global Melejit, Berikut Daftar Negaranya!

Dari kawasan bisnis hingga jalan sempit, Lumin menunjukkan karakter yang memang dirancang untuk mobilitas perkotaan.

Dari uji yang dilakukan VIVA Otomotifsejak awal start di kawasan SCBD, Changan Lumin langsung mencuri perhatian. Desainnya unik dengan tampilan depan yang seolah tersenyum berkat lampu bulat besar beraksen Moon Eye Headlamp.

Baca Juga:

Begini Rasanya Jajal Yangwang U9, Supercar yang Pernah Bikin Heboh IShowSpeed

Bentuk bodinya ringkas dan proporsional, tampil beda di tengah dominasi mobil-mobil berukuran besar. Pilihan warna cerah seperti Wheat Yellow dan Sakura Powder semakin menegaskan kesan playful yang menjadi identitasnya.

Masuk ke kabin, kesan pertama cukup positif. Untuk ukuran mobil listrik kompak, ruang kepala dan kaki terasa memadai, termasuk di baris belakang. Posisi duduk pengemudi nyaman dengan visibilitas luas, sementara tata letak dashboard dibuat sederhana dan mudah dipahami.

Baca Juga:

Mobil Listrik Hatchback Ini Dibanderol Rp229 Juta di Indonesia

Head unit layar sentuh 10,25 inci sudah mendukung Apple CarPlay dan konektivitas Android melalui CarAuto, dipadukan panel instrumen digital 7 inci yang informatif.

Saat melaju di rute SCBD, Bundaran HI, hingga kawasan Monas, karakter utama Lumin langsung terasa. Setirnya ringan dan mudah dikendalikan, sangat membantu saat menghadapi lalu lintas stop and go.

Dimensi bodinya yang kecil membuat mobil ini lincah saat bermanuver, termasuk ketika harus menyelinap di jalan padat atau berbelok di ruang terbatas.

Pengujian berlanjut ke ruas tol menuju Jakarta Barat. Di sini, karakter teknis Changan Lumin terasa apa adanya. Akselerasi awal cukup responsif untuk menyatu dengan arus kendaraan.

Namun ketika kecepatan menyentuh sekitar 84 km/jam, dorongan tenaga terasa habis. Meski pedal gas terus diinjak, laju kendaraan tidak bertambah signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa Lumin memang difokuskan untuk penggunaan perkotaan, bukan untuk kecepatan tinggi atau perjalanan jarak jauh.

Halaman Selanjutnya

Dua mode berkendara tersedia, Eco dan Sport. Mode Eco terasa paling cocok untuk penggunaan harian karena respons pedal lebih halus dan efisien. Sementara mode Sport memberi respons yang sedikit lebih sigap di kecepatan rendah, berguna saat membutuhkan akselerasi cepat di lalu lintas kota.

Tautan Sumber