Jumat, 6 Februari 2026 – 09:46 WIB
Bingkai Barat, VIVA – Tembok tebal dan kawat berduri di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Muntok, Bangka Barat, bukan menjadi penghalang untuk memberikan layanan kesehatan.
Baca Juga:
Anggota DPR: Hak Kesehatan Tak Boleh Kalah oleh Prosedur Administratif
Keseriusan ini dibuktikan dengan keikutsertaan Klinik Pratama Rutan Muntok dalam Uji Standar Kelayakan Medis atau Kredensial oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly, mengatakan upaya ini dilakukan agar para penghuni rutan dan masyarakat bisa menikmati perawatan medis yang layak. Baginya, hak dasar manusia untuk mendapatkan layanan medis bermutu adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
Baca Juga:
Risiko Dengue Meningkat Saat Hujan, Upaya Pencegahan Harus Diperkuat
“Kami ingin menghapus paradigma lama bahwa layanan kesehatan di balik jeruji besi hanya dilakukan ala kadarnya. Sebaliknya, klinik ini telah memenuhi standar nasional dan kualitasnya sejajar dengan fasilitas kesehatan umum lainnya,” katanya dalam keterangannya, Jumat 6 Februari 2026.
Dalam proses tersebut, satu per satu aspek diperiksa, mulai dari dokumen administrasi, isi lemari obat, fasilitas ruangan, hingga kompetensi para tenaga medisnya. Upaya ini juga untuk memastikan klinik tersebut layak menjadi mitra Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Baca Juga:
Teknologi Bedah Jantung Minim Sayatan, Harapan Baru Pemulihan Lebih Cepat
“Target kami jelas tidak boleh ada diskriminasi dalam pelayanan kesehatan. Semua warga negara, termasuk warga binaan, berhak atas layanan medis yang layak karena sesuai dengan motto pemasyarakatan, pasti bermanfaat untuk masyarakat” tegasnya.
Hal senada dikatakan, Plt. Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Imigrasi dan Pemasyarakatan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi. Ia menegaskan bahwa akses kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara yang wajib dipenuhi.
Gunawan berharap dalam waktu dekat klinik tersebur dapat secara resmi menjadi mitra BPJS Kesehatan. Dengan menjadi mitra, nantinya proses penanganan medis bagi warga binaan dan masyarakat akan menjadi lebih terukur.
“Kami berkomitmen terus meningkatkan fasilitas kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Kredensialing ini merupakan langkah krusial untuk memastikan Klinik Pratama Rutan Muntok layak memberikan pelayanan medis yang terstandarisasi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Bangka Barat, Muhammad Sapi’i Rangkuti menegaskan proses kredensial ini merupakan fase krusial. Dalam tahap ini, kelayakan sarana dan prasarana, medis, hingga sistem pelayanan diuji secara ketat.
Halaman Selanjutnya
Pihaknya juga tidak tinggal diam. Pendampingan intensif terus dilakukan kepada pihak Rutan Kelas IIB Muntok, mulai dari penataan ketersediaan tenaga kesehatan hingga standarisasi alat kesehatan agar sesuai dengan regulasi nasional.










