Lebih dari lima sekolah di Delhi menerima ancaman bom melalui email pada Kamis pagi, sehingga mendorong pihak berwenang untuk membatalkan kelas pada hari itu. Delhi Public College (DPS), Modern Institution, Sanskriti School, Air Force Bal Bharti, Sardar Patel Vidyalaya, dan Don Bosco institution termasuk di antara mereka yang menerima ancaman tersebut.

Don Bosco, sekolah Sansekerta, dan sekolah modern-day termasuk di antara mereka yang menerima ancaman bom pada hari Kamis. (Arvind Yadav/HT)

Kampus sekolah segera dievakuasi, dan badan keamanan melakukan penggeledahan di lokasi tersebut. Dinas Pemadam Kebakaran Delhi membenarkan bahwa Biara Loreto dan Biara Carmel juga menerima ancaman bom, kantor berita PTI melaporkan.

“Tim kami berada di lokasi, dan prosedur operasi standar diikuti. Sejauh ini tidak ada hal mencurigakan yang ditemukan,” kata seorang petugas DFS, seraya menambahkan bahwa operasi pencarian sedang berlangsung.

Sardar Patel Vidyalaya di Lodhi Estate dilaporkan mengirim pesan kepada orang tua siswanya, memberi tahu mereka tentang ancaman keamanan, dan menyatakan bahwa pihak berwenang segera diberitahu. Pihak sekolah menginformasikan bahwa tim penjinak bom melakukan penggeledahan menyeluruh di seluruh kampus.

“Kami dengan lega memberi tahu Anda bahwa tempat tersebut telah dinyatakan sepenuhnya aman untuk digunakan. Keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama kami, dan semua protokol yang diperlukan diikuti dengan cepat dan bertanggung jawab. Kelas akan dilanjutkan seperti biasa hari ini,” pesan tersebut dikutip oleh PTI.

Personel polisi setempat, regu penjinak bom, dan regu anjing dikirim untuk menyapu kampus, sementara para siswa dan staf dipindahkan ke tempat aman di beberapa sekolah, kantor berita tersebut melaporkan, mengutip sumber-sumber kepolisian.

Polisi mengatakan penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan untuk menentukan asal email ancaman tersebut.

Insiden ini terjadi hanya sehari setelah e-mail ancaman bom menimbulkan kepanikan di seluruh kompleks Pengadilan Dwarka pada hari Rabu. Operasi evakuasi dan pencarian selama dua jam dilakukan oleh tim dari Kepolisian Delhi, DFS dan lembaga lainnya sebelum ancaman tersebut dinyatakan sebagai scam.

Email tersebut, yang dikirim melalui akun Gmail, mengklaim bahwa pengirimnya terkait dengan kelompok Khalistani, HT melaporkan sebelumnya. Pengadilan distrik lain di Delhi juga ditandai sebagai penerima e-mail.

Selain itu, setidaknya 13 sekolah swasta di Gurugram menerima ancaman bom pada hari Rabu, memicu kepanikan singkat di beberapa bagian kota. Namun, polisi melakukan pemeriksaan keamanan menyeluruh dan menganggap ancaman tersebut hanya hoax.

Sekolah Pathways di Faridabad – Gurgaon Rd, Sekolah Internasional Shalom Hills di Sushant Lok Tahap I, Sekolah Biara Sherwood di Sektor 25, Sekolah Internasional Euro di Sektor 109, Sekolah Kunskapsskolan di DLF Tahap 1, Sekolah Vega di Sektor 48, Sekolah Internasional GEMS di Palam Vihar, serta Manav Rachna di distrik tetangga Faridabad termasuk di antara mereka yang menerima e-mail tersebut, HT melaporkan.

Beberapa sekolah lain tidak disebutkan namanya karena pihak administrasi meminta agar identitas mereka disembunyikan.

Tautan Sumber