Minggu, 25 Januari 2026– 11: 06 WIB

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat meninjau banjir di Situbondo. Foto: Humas Pemprov Jatim

jatim.jpnn.com SITUBONDO – Pemprov Jawa Timur memastikan langkah-langkah penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo, terutama di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur.

Banjir tersebut dilaporkan terjadi di beberapa desa yang tersebar di lima kecamatan. Wilayah terdampak meliputi Desa Lubawang, Kalianget, dan Jetis di Kecamatan Banyuglugur; Desa Buduan di Kecamatan Suboh; Desa Pasir Putih di Kecamatan Bungatan; Desa Selomukti di Kecamatan Mlandingan; serta ruas Jalan Raya Besuki di Kecamatan Besuki.

Akibat bencana ini, sejumlah rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori sedang hingga berat. Selain itu, satu device tempat usaha dilaporkan rusak, satu tanggul jebol, serta satu jembatan penghubung antar dusun terputus.

Sementara itu, pendataan kerusakan rumah, fasilitas umum (fasum), fasilitas sosial (fasos), serta sektor pertanian dan peternakan masih dalam proses finalisasi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan penanganan banjir difokuskan pada optimalisasi pengerukan sedimentasi sungai serta penguatan bronjong di titik-titik rawan luapan air.

Menurut Khofifah, banjir tidak hanya dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi, tetapi juga oleh meluapnya sungai akibat sedimentasi yang belum tertangani secara maksimal.

“Pengerukan sedimentasi sungai dan penguatan bronjong menjadi langkah penting untuk menahan potensi melubernya air, terutama di lokasi yang mengalami pendangkalan,” ujar Khofifah, Sabtu (24/1

Mantan Menteri Sosial itu menjelaskan, proses pengerukan sedimentasi membutuhkan alat berat berupa ekskavator.

Tangani banjir Situbondo, Pemprov Jatim optimalkan infrastruktur sungai

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google Berita

Tautan Sumber