Selasa, 03 Februari 2026 – 16:10 WIB
Pemkot Surabaya bangun lima rumah pompa untuk antisipasi banjir pada puncak musim hujan. Foto: Diskominfo Surabaya
jatim.jpnn.comSURABAYA – Infrastruktur pengendalian banjir menjadi andalan Pemkot Surabaya dalam menghadapi puncak musim hujan yang diperkirakan terjadi pada Februari 2026.
Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya Hidayat Syah menjelaskan upaya yang dilakukan antara lain penambahan rumah pompa, normalisasi saluran air, dan peningkatan kapasitas sistem drainase di sejumlah titik rawan genangan.
“Jumlah rumah pompa di Surabaya akan bertambah lima unit dari total sebelumnya sebanyak 85 unit. Mulai dari Gereja Bethany, kawasan Semolo dan Nginden, dan juga akan dibangun di kawasan Teluk Kumai, tepatnya di Teluk Betung,” jelas Hidayat, Selasa (3/2).
Menurutnya, penambahan rumah pompa menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat sistem pengendalian banjir di Kota Surabaya.
Selain pembangunan infrastruktur baru, pemerintah juga tetap mengandalkan normalisasi saluran sebagai solusi utama untuk menjaga kelancaran aliran air.
“Normalisasi yang telah dilakukan di kawasan Simo Kalangan, yang memiliki tingkat sedimentasi cukup tinggi. Kami juga melibatkan Satgas di tingkat kecamatan untuk menangani saluran-saluran di lingkungan warga,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya Adi Gunita menerangkan kondisi sistem drainase terus dievaluasi dan disesuaikan dengan perubahan pola curah hujan.
“Sejumlah saluran yang sebelumnya dirancang dengan kapasitas tertentu kini perlu diperbesar untuk mengakomodasi intensitas hujan yang semakin tinggi,” ujar Adi. (mcr23/jpnn)
Pemkot Surabaya bangun lima rumah pompa untuk antisipasi banjir pada puncak musim hujan.
Redaktur : Arry Dwi Saputra
Reporter : Ardini Pramitha
Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jatim di Google Berita












